Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Majelis Etik Golkar Sebut Pencopotan Sanksi Tegas Kader Korupsi

Eni yang merupakan Wakil Ketua Komisi VII DPR itu terjerat operasi tangkap tangan (OTT) KPK.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Wahyu Aji
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Majelis Etik Golkar Sebut Pencopotan Sanksi Tegas Kader Korupsi
Tribunnews/JEPRIMA
Anggota DPR RI Eni Maulani Saragih keluar mengenakan rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Sabtu (14/7/2018). Eni Maulani Saragih diduga menerima Rp 4,5 miliar terkait proyek PLTU Riau 1. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan status tersangka terhadap politikus Golkar Eni Maulani Saragih.

Eni yang merupakan Wakil Ketua Komisi VII DPR itu terjerat operasi tangkap tangan (OTT) KPK.

Ketua Majelis Etik Golkar Muhammad Hatta mengatakan kader yang tersangkut kasus hukum dengan terjerat OTT akan menerima sanksi tegas.

Hatta menjelaskan, Eni Saragih dibebastugaskan dari jabatannya yang terkait dengan partai.

Menurutnya, rekomendasi itu telah disampaikan kepada Dewan Pengurus Pusat Partai Golkar pada Sabtu (14/7/2018).

"Kami sudah mengirim surat ke Pak Ketum Golkar Airlangga. Intinya kami meminta Eni Maulani dibebastugaskan dari jabatan kepengurusan partai, fraksi. Ini pelajaran penting, Golkar tegas siapkan sanksi untuk kader yang kena OTT,” kata Hatta saat dihubungi, Senin (16/7/2018).

Hatta menegaskan, Partai Golkar tak berkompromi terhadap kadernya yang terjerat kasus korupsi.

Rekomendasi Untuk Anda

Pasalnya, tagline "Golkar Bersih" yang dicanangkan Ketua Umum Airlangga Hartarto jadi pertaruhan.

"Pak Airlangga respons positif, beliau komitmen soal Golkar Bersih ini," katanya.

Dirinya menjelaskan, Golkar harus bisa membuktikan komitmen sebagai partai besar.

"Slogan Golkar Bersih ini tidak mudah dijalankan dan pasti ada tantangan. Makanya Golkar harus bisa buktikan. Komitmen Golkar harus karena dilihat publik," kata Hatta.

Menurutnya, pemberian sanksi etik dari Golkar tak perlu menunggu adanya keputusan hukum yang berkekuatan tetap (inkracht).

Kader yang terjerat korupsi seperti Eni Saragih dapat langsung direkomendasikan untuk dicopot dari jabatannya.

Diberitakan sebelumnya, Eni ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan kasus suap terkait proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang Riau-1.

KPK menangkap Eni dalam serangkaian operasi tangkap tangan pada Jumat, 13 Juli 2018.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas