Tribun

Pengamat: Politisi Indonesia Mainnya Malam Terus, Perempuan Tidak Cocok Keluar Malam

"Misalnya Gubernur Jatim terpilih Khofifah Indar Parawansa yang dari awal memang aktif di organisasi,"

Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Pengamat: Politisi Indonesia Mainnya Malam Terus, Perempuan Tidak Cocok Keluar Malam
Tribunnews.com/ Ilham Rian Pratama
Direktur Eksekutif Indo Barometer, M. Qodari; CEO The Initiative Institute, Airlangga Pribadi; dan Peneliti LIPI, Irine Hiraswari di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Minggu (22/7/2018) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Eksekutif Indo Barometer, Muhammad Qodari, mengungkapkan beberapa hal yang menjadi hambatan kaum perempuan untuk ikut berkecimpung dalam perpolitikan Indonesia.

Menurut Qodari, para politisi di Indonesia lebih suka main malam sehingga bagi perempuan tidak cocok.

Baca: Anies Baswedan Tinjau Kesiapan Venue Marathon Asian Games

"Politisi Indonesia mainnya malam terus. Perempuan tidak cocok keluar malam," kata Qodari dalam diakusi di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Minggu (22/7/2018).

Kedua, perempuan harus suka berorganisasi.

Baca: Diduga Bermotif Persaingan, 11 Tewas dalam Serangan Terhadap Sopir Taksi di Afrika Selatan

Menurutnya, kalau perempuan tidak suka berorganisasi maka tidak bisa menjadi politisi yang handal.

"Misalnya Gubernur Jatim terpilih Khofifah Indar Parawansa yang dari awal memang aktif di organisasi," ungkap Qodari.

Khofihah, kata Qodari, sering aktif di organisasi.

Baca: Nabi Palsu Ditangkap Polisi Dengan Tuduhan Melecehkan Jenazah, Ini yang Telah Dilakukannya

Sehingga waktunya lebih banyak dihabiskan untuk organisasi dan sukses dalam dunia politik.

Lebih lanjut, kata dia, perempuan harus memiliki stamina yang kuat dan kemampuan retorik yang cukup bagus.

"Apalagi ditambah dengan kemampuan atau skill khusus," ujar Qodari.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas