Tribun

Pilpres 2019

PPP Anggap Wajar Jika Ada Internal Partai Demokrat Dukung Jokowi di Pilpres

Arsul Sani menganggap wajar jika ada internal dari Partai Demokrat yang mendukung Presiden Joko Widodo di Pilpres 2019 mendatang.

Penulis: Chaerul Umam
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in PPP Anggap Wajar Jika Ada Internal Partai Demokrat Dukung Jokowi di Pilpres
henry lopulalan/stf
PPP DAFTAR PEMILU - Sekretaris Jenderal DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani (kedua kanan) menyerahkan berkas persyaratan pendaftaran peserta Pemilu 2019 kepada Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy'ari (kedua kiri) di Gedung KPU Pusat, Jakarta, Sabtu (14/10). PPP menargetkan untuk bisa menjadi posisi tiga besar di Pemilu 2019. Warta Kota/henry lopulalan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekretaris Jenderal (sekjen) Partai Persatuan Pembangunan (PPP),  Arsul Sani menganggap wajar jika ada internal dari Partai Demokrat yang mendukung Presiden Joko Widodo di Pilpres 2019 mendatang.

Anggapannya tersebut menyusul hasil voting pengurus DPD Partai Demokrat yang sebagian besar mendukung Jokowi dalam forum Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda), Sabtu (21/7/2018) lalu.

Arsul mengatakan jika sudah ada komunikasi secara intensif antara Jokowi dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Itu memang ada komunikasi politik. Jadi wajar saja kalau kemudian di internal Demokrat ada yang menyuarakan agar Demokrat bergabung dengan Pak Jokowi", ucap Arsul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (23/7/2018).

Baca: Pertemuan SBY dan Prabowo Besok Akan Bahas Cawapres Demokrat

Sebelumnya, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Jatim mengusulkan kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) untuk mengusung Presiden Joko Widodo (Jokowi) di pemilihan presiden mendatang.

Hal ini merujuk pada keputusan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Partai Demokrat Jatim di Surabaya, dimana di sela acara juga dilakukan pemungutan suara untuk menentukan arah dukungan bakal calon presiden di Pilpres 2019.

Voting diikuti seluruh anggota Fraksi Partai Demokrat di DPRD, baik tingkat kabupaten/kota maupun provinsi, 38 ketua DPC, serta lima perwakilan DPD Jatim.

Hasilnya, Jokowi meraih dukungan telak dengan 152 suara, Prabowo 56 suara dan enam suara lainnya dinyatakan tidak sah.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas