Gempa Lombok Bencana yang Paling Banyak Diserang Hoaks
Roy mengungkapkan bahwa berita bohong yang tersebar sendiri seperti berupa adanya gempa susulan dengan kekuatan besar.
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Presiden (KSP), Roysepta Abimanyu, mengungkapkan bahwa gempa Lombok adalah bencana yang paling banyak diserang oleh berita bohong atau hoaks.
Menurut Roy, dibanding bencana yang pernah terjadi di tanah air, intensitas dan jenis hoaks yang menyebar lebih banyak.
"Ini hoaksnya (bencana Lombok) banyak sekali. Kalau di bencana lain paling hoaxnya ada gempa susulan tapi kalau di sini ini terus berkelanjutan," ujar Roy dalam sebuah diskusi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (25/8/2018).
Roy mengungkapkan bahwa berita bohong yang tersebar sendiri seperti berupa adanya gempa susulan dengan kekuatan besar. Sehingga membuat para warga ketakutan, selain hoaks terkait penimbunan logistik bantuan.
Roy mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menelan informasi mentah-mentah.
"Oleh karena itu masyarakat jangan percaya begitu saja dengan kabar yang beredar, verifikasi dan hubungi hotline juga sudah ada," tegas Roy.
Gempa beruntun yang melanda Lombok selama tiga pekan terakhir mengakibatkan banyaknya korban yang berj, kerusakan infrastruktur, dan puluhan ribu warga mengungsi.
Data Penanganan Darurat Bencana gempa Lombok mencatat, hingga Kamis (23/8/2018) gempa bumi mengakibatkan 555 korban meninggal dunia dan 390.529 jiwa penduduk mengungsi.
Kabupaten Lombok Utara merupakan lokasi terdampak paling parah akibat gempa bumi. Di Lombok Utara, sebanyak 466 korban meninggal dunia, 829 korban luka-luka, 134.236 jiwa mengungsi, dan 23.098 rumah rusak akibat gempa.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.