Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Polemik Ratna Sarumpaet

Fadli Zon Beberkan Kronologis Pengakuan Cerita Bohong Ratna Sarumpaet

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menceritakan kronologis pengakuan Ratna Sarumpaet terkait penganiayaan yang dialaminya.

Fadli Zon Beberkan Kronologis Pengakuan Cerita Bohong Ratna Sarumpaet
Tribunnews.com/ Chaerul Umam
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon (kedua dari kiri) dalam diskusi Ancaman Hoaks dan Keutuhan NKRI di Media Center Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (5/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menceritakan kronologis pengakuan Ratna Sarumpaet terkait penganiayaan yang dialaminya.

Pengakuan aktivis kemanusiaan tersebut bermula dari foto lebam yang dikirim Ratna.

"Dia mengirim foto ke saya, ke ajudan Prabowo, Said Iqbal, ditulis 'off the record' 21 September malam," ucap Fadli dalam diskusi 'Ancaman Hoaks dan Keutuhan NKRI' di Media Center Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (5/10/2018).

Baca: Upaya Fahri Hamzah Cari Persamaan Kasus Ratna Sarumpaet dengan Batalnya Mahfud MD Jadi Cawapres

Setelah menerima foto itu, lanjut Fadli, dia langsung menanyakan kepada Ratna siapa sosok dengan wajah lebam tersebut.

Wakil Ketua DPR RI itu pun menyatakan siap menunjukkan percakapannya dengan Ratna melalui WhatsApp (WA).

"Saya sampai langsung bertanya, saya bisa tunjukkan WA saya sama RS (Ratna Sarumpaet) itu. Dan kalau misalnya ada yang menyadap, buka saja sadapannya WA, telepon saya. Saya langsung katakan itu siapa, karena saya enggak kenal. 'Itu aku' (jawaban Ratna)," ungkapnya.

Baca: Dahnil Anzar Sebut Kemurahan Hati sebagai Kelemahan Kubu Prabowo, Begini Sentilan Akun Cak Lontong

Membaca jawaban Ratna, ia kemudian langsung menghubunginya via telepon.

Dalam percakapan itu, Ratna kemudian mengaku dianiaya.

"Langsung saya telepon. Loh, kenapa Bu Ratna? 'Saya dianiaya' (jawaban Ratna). Kapan terjadinya, terus kenapa baru sekarang? Kenapa enggak lapor polisi. 'Ah nanti saya ini dululah'," kata Fadli menirukan percakapannya dengan aktivis hak asasi manusia itu.

Halaman
123
Penulis: chaerul umam
Editor: Adi Suhendi
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas