Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pemilu 2019

KPU: Jangan Salah Artikan Maksud Kunjungan Peserta Pemilu

"Jadi tergantung apa yang dilakukan, apa yang diucapkan, apa yang disampaikan," ujar Pramono, Jumat (12/10/2018).

KPU: Jangan Salah Artikan Maksud Kunjungan Peserta Pemilu
Tribunnews/JEPRIMA
Komisioner KPU Pramono Ubaid Tantowi. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisioner KPU RI, Pramono Ubaid Tantowi, meminta masyarakat secara jernih melihat kedatangan peserta pemilu di tempat ibadah, lembaga pendidikan atau instansi pemerintah.

Menurut dia, kedatangan peserta pemilu di tempat itu tidak semata-mata bisa langsung dimaknai sebagai kampanye.

Dia mencontohkan kondisi di mana calon anggota legislatif (caleg) masuk ke masjid untuk melakukan ibadah salat Dzuhur.

Baca: Sikapi Kicauan Andi Arief, Kubu Jokowi: Mungkin Kubu Prabowo Lagi Renggang

Dia menegaskan, itu tidak bisa disebut kampanye.

Lalu, contoh lainnya pada saat caleg memenuhi undangan dari dinas tertentu oleh pemerintah daerah tertentu untuk mengisi suatu acara.

"Jadi tergantung apa yang dilakukan, apa yang diucapkan, apa yang disampaikan," ujar Pramono, Jumat (12/10/2018).

Sehingga, dia meminta, untuk melihat maksud dan tujuan peserta pemilu datang ke tempat itu.

Sebab, dia menegaskan, terdapat unsur-unsur kampanye yang harus dipenuhi.

Baca: Hampir 4000 Guru Kontrak di Bekasi 2 Bulan Belum Gajian, Dinas Pendidikan: Tunggu Ada APBD Perubahan

"Apakah membawa atribut atau tidak, menyampaikan pesan kampanye atau tidak. Selanjutnya, apakah peserta pemilu itu datang, dia membawa tim kampanye secara lengkap atau tidak. Semua itu tergantung dari banyak hal," kata dia.

Halaman
12
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Adi Suhendi
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas