Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Gara-gara Peluru Nyasar, Anggota DPR Khawatir Masuk Kantor

Insiden dugaan peluru nyasar di Gedung DPR, membuat anggota Komisi III DPR Abdul Kadir Karding merasa khawatir.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Gara-gara Peluru Nyasar, Anggota DPR Khawatir Masuk Kantor
Warta Kota/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Anggota DPR dari Fraksi Demokrat Vivi Sumantri Jayabaya, menunjukan bekas proyektil yang menembus ruanganan 1008, lantai 10, Gedung DPR-RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (17/10/2018). Proyektil Peluru kembali ditemukan di ruangan lantai 10 dan 20 itu, diduga sejenis dengan peluru yang ditemukan saat peristiwa pada Senin (15/10/2018) lalu. Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Insiden dugaan peluru nyasar di Gedung DPR, membuat anggota Komisi III DPR Abdul Kadir Karding merasa khawatir.

Sebab, seusai ditemukan dua bekas tembakan di lantai 16 pada Senin (15/10/2018), kemudian muncul temuan tiga bekas tembakan di lantai 10 dan 20 pada Rabu (17/10/2018) kemarin, ia mengaku takut masuk gedung parlemen.

"Faktanya memang tidak nyaman, sekarang saja saya masuk DPR sudah mikir-mikir, jangan-jangan, misalnya seperti itu," kata Abdul Kadir Karding di kawasan Pakubuwono, Jakarta Selatan, Kamis (18/10/2018).

Baca: Puslabfor Polri: Peluru Nyasar ke DPR Sudah Dihitung Secara Matematika dan Fisika

Wakil Ketua TKN Jokowi-Maruf Amin ini mengutarakan, dirinya tidak terlalu khawatir atas kejadian itu, jika memang seluruh bekas tembakan yang ditemukan merupakan satu rentetan kejadian pada Senin (15/10/2018) lalu.

"Kalau kejadian ini satu rentetan dengan Hari Senin maka saya agak tenang. Jadi itu betul-betul kegiatan yang diduga nyasar aja. Tetapi kalau ini berbeda (kejadian penembakannya), tentu kita harus merasa tidak nyaman," tutur Abdul Kadir Karding.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas