Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Politikus Nasdem: Kerusakan Lingkungan di Papua Harus Diselesaikan

Persoalan ini harus diselesaikan dulu, karena menurut Taufiqul, pemerintah dan PTFI sama-sama berkepentingan agar divestasi 51 persen terlaksana.

Politikus Nasdem: Kerusakan Lingkungan di Papua Harus Diselesaikan
ISTIMEWA
Politisi Partai Nasdem Taufiqulhadi. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Politikus Partai Nasdem, Teuku Taufiqulhadi menyoroti soal divestasi saham PT Freeport Indonesia oleh PT Indonesia Asahan Aluminium Persero (Inalum) yang hingga saat ini belum dilakukan pembayaran

"Sebetulnya, sampai sekarang belum dibayar karena menurut HOA (Head of Agreement), ada jadwal pembayarannya. Kedua belah pihak sepakat dengan jadwal," ujar Taifiqulhadi kepada Tribunnews.com, Sabtu (20/10/2018).

Seperti diketahui, sebelumnya Dirut PT. Inalum Budi Gunadi Sadikin mengatakan Inalum baru akan membayar divestasi saham PTFI sebesar 51 persen pada akhir 2018.

Taufiqul melihat saat ini persoalan yang harus diselesaikan yakni terkait kerusakan lingkungan, karena tailing dibuang ke sungai yang nilai kerugiannya menurut data Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mencapai Rp185 T.

"Ini terjadi karena PTFI sudah memperoleh izin dari Gubernur Papua, Menteri LHK, dan Menteri Pertambangan di era pemerintah sebelumnya," tambah politikus 57 tahun itu.

Persoalan ini harus diselesaikan dulu, karena menurut Taufiqul, pemerintah dan PTFI sama-sama berkepentingan agar divestasi 51 persen terlaksana.

"Dan PTFI sedang melaksanakan rekomendasi BPK terkait kerusakan lingkungan akibat tailing yang dibuang ke sungai," tambahnya

Anggota dewan Komisi X itu mengatakan HoA ini jangan terjebak dengan kontrovesi ikat-mengikat, karena bagian dari komponen terberat dalam divestasi sudah terselesaikan, yakni harga dan struktur transaksi

"Kami melihat ibaratnya di dalam perjalanan itu gelap tidak pernah terlihat ujungnya di mana. HoA ini adalah secercah cahaya yang memberikan harapan ada jalan keluarnya, itulah yang kita anggap HoA," pungkasnya.

Penulis: Reza Deni
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas