Manajemen Lion Air: Jenazah Korban Dibawa Menggunakan Penerbangan Komersil ke Kampung Halaman
Jenazah korban pesawat Lion Air PK-LQP pertama yang teridentifikasi Jannatun Cintya Dewi, telah diterbangkan ke Surabaya
Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Johnson Simanjuntak

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Jenazah korban pesawat Lion Air PK-LQP pertama yang teridentifikasi Jannatun Cintya Dewi, telah diterbangkan ke Surabaya, Jawa Timur Pukul 05.15 WIB pagi tadi.
Corporate Communication Lion Air, Ramaditya Handoko mengatakan, manajeman maskapai Lion Air memutuskan jenazah pegawai Kementerian ESDM itu dibawa menggunakan penerbangan komersil ke kampung halaman.
Hal itu, ujar Rama, disesuaikan dengan waktu dan jadwal tercepat penerbangan.
"Rute Surabaya menggunakan (penerbangan) komersil Batik Air, pagi tadi dari Bandara Halim Perdanakusuma," ujar Rama yang ditemui di posko crisis center, di Hotel Ibis Cawang, Jakarta Timur, pada
Kamis siang (1/11/2018).
Rama mengatakan, nantinya untuk jenazah korban lain yang berada di luar Jabodetabek akan pula diterbangkan menggunakan pesawat dari Lion Grup, seperti Lion Air, Batik Air dan Wings Air.
Namun tentu ia mengatakan, manajemen Lion Air juga akan mempertimbangkan penggunaan kargo khusus bagi jenazah.
Baca: KPK Duga Uang Suap Proyek Meikarta Berasal dari Lippo Group
"Kargo khusus sedang dikondisikan, tapi kita lihat yang tercepat. Kami akan lihat rutenya, baik itu melalui Bandara Soekarno Hatta atau pun dari Halim karena kami menyesuaikan waktu dan jadwal tercepat," kata Rama.
Selain itu pihaknya juga akan memberikan fasilitas bagi 2 anggota keluarga korban untuk ikut terbang menuju kampung halaman.
Jannatun Cintya Dewi merupakan 1 dari 188 orang yang terbang menggunakam pesawat Lion Air PK-LQP JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang.
Pesawat tersebut dinyatakan hilang kontak pada Senin pagi 29 Oktober 2018 lalu, dan jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat.