Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Hadiri KTT G20 di Argentina, JK Bawa Isu Perang Dagang China dan AS

JK mengatakan nantinya bersama kepala negara lain akan membahas isu krusial terkait dampak perang AS dan China.

Hadiri KTT G20 di Argentina, JK Bawa Isu Perang Dagang China dan AS
Rina Ayu/Tribunnews.com
Wakil Presiden Jusuf Kalla yang ditemui di Istana Wakil Presiden, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (23/11/2018). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla bertolak menuju Buenos Aires, Argentina, menghadiri Pertemuan KTT G20, Rabu pagi (28/11/2018).

JK mengatakan nantinya bersama kepala negara lain akan membahas isu krusial terkait dampak perang AS dan China.

"Ya seperti biasa agendanya pertemuan di antara negara-negara yang sudah ekonominya 20 terbesar kan, termasuk Indonesia," kata dia yang ditemui di kantor Wapres RI, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (27/11/2018).

Pertemuan yang digelar pada 30 November-1 Desember 2018 itu, menurut JK banyak membahas agenda mulai dari isu ekonomi hingga terorisme.

"Tapi yang nanti, yang paling banyak dibicarakan ialah bagaimana meredam kemungkinan terjadinya perang dagang antara China-AS dan bagaimana adanya gejala-gejala ekonomi dunia ini bisa menurun, bisa resesi," ujar Jusuf Kalla.

Baca: Pangeran Muhammad bin Salman Kunjungi Bahrain Jelang KTT G20

Ia menerangkan, isu perang dagang AS dan China memiliki dampak signifikan bagi negara lain, sehingga menjadi perhatian khusus pada pertemuan G-20 ini.

"Bagaimana dunia ini secara ekonomi tidak terjadi perang dagang khususnya antara China dengan AS, karena pasti keterlibatan ekonomi ini karena yang namanya globalisasi kalau ada yang kena, pasti akan melebar ini masalah lebih mendalam masalahnya dan itu sangat berbahaya apa bila tidak diredam," jelasnya

Lebih lanjut, Jusuf Kalla diagendakan melakukan pertemuan billateral dengan sejumlah pimpinan negara lain yakni, Pemerintah Argentina, Arab Saudi, Turki, Brazil dan Australia.

"Ya beberapa negara sudah ada yang minta kepada saya, ada tiga negara kepada Indonesia. Kita juga minta beberapa kepala negara untuk bertemu," terangnya.

G20 merupakan forum utama kerja sama ekonomi internasional, yang memiliki posisi strategis. Hal itu karena G20 secara kolektif mewakili 85% GDP dunia, 75% perdagangan global dan 2/3 penduduk dunia.

Pertemuan G20 membahas berbagai isu global, di antaranya ekonomi dan keuangan global, infrastruktur, investasi, energi, pembangunan, perdagangan, ketenagakerjaan, perubahan iklim, digitalisasi dan antikorupsi, kesehatan, kemitraan dengan Afrika, kesetaraan gender, pengungsi dan terorisme.

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas