Dukung Prabowo Subianto Selepas Dicopot Jokowi, Tedjo Edhy Purdijatno Sangkal Sakit Hati
Tedjo Edhy Purdijatno buka suara soal tudingan mendukung Prabowo Subianto lantaran sakit hati dicopot Jokowi.
Editor: ade mayasanto
TRIBUNJAKARTA.COM - Wakil Ketua Dewan Penasehat BPN Prabowo-Sandiaga, Tedjo Edhy Purdijatno buka suara soal tudingan mendukung Prabowo Subianto lantaran sakit hati dicopot Jokowi.
Tedjo Edhy Purdijatno diketahui sempat menjadi Menkopolhukam di era Jokowi.
Kemudian, posisi Menko Polhukam kala itu direshuffle oleh Jokowi dengan Luhut Panjaitan.
Tedjo Edhy Purdijatno tercatat menjadi Menko Polhukam selama 10 bulan.
Mantan Menko Polhukam Laksamana (Purn) Tedjo Edhy Purdijatno saat menjadi narasumber di acara Mata Najwa dilansir TribunJakarta.com pada Kamis (6/12/2018) membuka suara terkait dirinya beralih dukungan.
Di awal perbincangan, Tedjo Edhy Purdijatno menceritakan dirinya dicopot oleh Jokowi kala itu.
• Beralih Dukungan dari Prabowo ke Jokowi, Dedi Mulyadi: Kalau Dirasa Enak Kenapa Harus Diganti?
• Dinkes Kota Depok Bakal Cek Kabar Warga Kelurahan Cimpauen Saiit dengan Gejala Mirip Cikungunya
"Bagi seorang militer setelah pensiun itu, saya diminta Pak SBY boleh melakukan bisnis atau politik. Saya lebih tertarik politik karena kalau bisnis dan militer itu lebih susah."
"Pada waktu saya belum masuk partai di ormas Demokrat, di sana ada kajian dan lalu membentuk partai. Saya lah yang turut membentuk Partai NasDem. Kemudian, NasDem menjatuhkan pilihannya pada Pak Jokowi. Saya sebagai seorang militer itu setia dan loyal serta taat pada organisasi. Sehingga pada waktu itu jadi tim pemenangan Pak Jokowi secara organisasi," ungkap Tedjo Edhy Purdijatno.
Selanjutnya, Tedjo Edhy Purdijatno mengatakan, ia masuk ke kabinet Jokowi.
Kendati dirinya kini dicopot dari posisi menteri, Tedjo Edhy Purdijatno menuturkan ia tak sakit hati.
Halaman Berikutnya : Bukan Karena Sakit Hati Dicopot Jokowi, Tedjo Edhy Buka Suara Alasan Kini Mendukung Prabowo