Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Sepanjang 2018, Permohonan Perlindungan Kasus Kekerasan Seksual dan Terorisme Meningkat

Jumlah ini sedikit menurun dibandingkan 2017 dikarenakan adanya penurunan permohonan dari korban kasus Pelanggaran HAM Berat

Sepanjang 2018, Permohonan Perlindungan Kasus Kekerasan Seksual dan Terorisme Meningkat
Fransiskus Adhiyuda/Tribunnews.com
Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menerima 1290 permohonan perlindungan sepanjang 2018.

Jumlah ini sedikit menurun dibandingkan 2017 dikarenakan adanya penurunan permohonan dari korban kasus Pelanggaran HAM Berat, imbas sedang adanya perbaikan sistem verifikasi korban di Komnas HAM.

“Sementara untuk memberikan perlindungan, diperlukan surat keterangan dari Komnas HAM. Ini yang menyebabkan penurunan permohonan dari korban kasus Pelanggaran HAM Berat," kata Ketua LPSK, Abdul Haris Semendawai di kantor LPSK, Cijantung, Jakarta Timur, Kamis (13/12/2018).

Meski begitu, ada peningkatan permohonan perlindungan yang cukup signifikan dari kasus kekerasan seksual terhadap anak, terorisme, dan korupsi.

Kekerasan seksual terhadap anak jika pada tahun 2017 terdapat 104 permohonan, pada tahun 2018 hingga November sudah tercatat 264 permohonan yang masuk.

Sedangkan permohonan dari kasus terorisme meningkat 217 persen tahun ini dimana  tahun 2017 terdaoat 42 permohonan, tahun ini sampai November terdapat 133 permohonan.

Baca: Dibantu KPK, Kejaksaan Berhasil Tangkap Narapidana Korupsi Buku Perpustakaan SD

Meningkatnya permohonan dari kasus terorisme, diindikasikan karena pada tahun 2017 LPSK berhasil memfasilitasi kompensasi (ganti rugi dari negara) kepada beberapa korban terorisme.

“Keberhasilan ini tentunya membuat korban lain percaya bahwa LPSK bisa memenuhi haknya," kata Wakil Ketua LPSK, Askari Razak pada kesempatan yang sama.

Baca: Dibantu KPK, Kejaksaan Berhasil Tangkap Narapidana Korupsi Buku Perpustakaan SD

Peningkatan yang cukup drastis juga terdapat pada pemohon dari kasus Korupsi, dimana sebelumnya di tahun 2017 hanya terdapat 53 permohonan, maka di tahun ini terdapat 130 permohonan atau naik 145 persen.

Semakin beragamnya permohonan yang meningkat tentunya mengindikasikan bahwa kepercayaan masyarakat ke LPSK meningkat, khususnya terkait kasus diluar pelanggaran HAM Berat yang selama ini mendominasi layanan LPSK.

Halaman
12
Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas