Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kunjungi BLK Taiwan, Menaker: Fasilitasnya Tak Kalah dengan BLK di Indonesia

Menaker menyebut, peralatan yang dimiliki BLK Kemnaker tidak kalah dengan peralatan di Training Centre Taoyuan.

Kunjungi BLK Taiwan, Menaker: Fasilitasnya Tak Kalah dengan BLK di Indonesia
HANDOUT
Menteri Tenaga Kerja M Hanif Dhakiri saat menyambangi Balai Latihan Kerja (BLK) Taoyuan di Taiwan, Jumat (14/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, TAIWAN - Menteri Tenaga Kerja M Hanif Dhakiri menyambangi Balai Latihan Kerja (BLK) Taoyuan di Taiwan usai menghadiri penandatanganan nota kesepahaman antara pemerintah Indonesia dan Taiwan mengenai perekrutan, penempatan, dan perlindungan pekerja migran Indonesia.

Menaker menyebut, peralatan yang dimiliki BLK Kemnaker tidak kalah dengan peralatan di Training Centre Taoyuan.

"BLK Kemnaker memiliki peralatan yang bagus-bagus juga, sesuai dengan kebutuhan industri," kata Menaker Hanif diketerangannya, Sabtu (15/12/2018).

Di kunjungan ini ia mempelajari pentingnya memperhatikan kondisi psikologis peserta pelatihan.

"Tidak hanya fokus belajar, peserta juga diberi berbagai fasilitas hiburan untuk menyegarkan kembali pikiran mereka usai mengikuti pelatihan di kelas," kata Hanif.

Baca: Kata Guntur Romli, Melarang Praktik Poligami Juga Jalankan Sunah Nabi

Dikatakan Menaker, saat ini Indonesia sedang mengalami bonus demografi dan akan mencapai puncaknya pada 2030.

"Bonus demografi memiliki dua pilihan, berkah atau tantangan. Menjadi berkah kalau kualitas SDMnya sesuai dengan perkembangan zaman, menjadi tantangan jika kurang dipersiapkan secara matang menghadapi perubahan zaman," ujar Hanif.

Baca: BI Klaim, Izin Operasi WeChat Pay dan Alipay Khusus untuk Turis Asing, Bukan untuk Warga Lokal

Oleh karena itu, lanjutnya, pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan kualitas SDM dengan memperbaiki akses dan mutu terhadap pelatihan kerja.

"Sekarang siapa saja boleh ikut pelatihan, tidak ada batasan pendidikan dan usia. Ada skilling untuk mereka yang ingin mempelajari keterampilan baru, upskilling bagi yang ingin meningkatkan kompetensi, dan reskilling bagi yang ingin merubah keterampilan yang sudah dimiliki," tutupnya.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas