Ikut Aksi Bela Muslim Uighur di Depan Kedubes Cina, Neno Warisman Tegaskan Tak Ada Unsur Politik
Neno kemudian mengutip pembukaan UUD 1945 bahwa kemerdekaan ialah hak segala bangsa.
Penulis: Reza Deni
Editor: Hasanudin Aco
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Massa aksi bela Uighur terus memenuhi depan Kedutaan Besar Cina, Mega Kuningan Jakarta Selatan.
Dalam aksi tersebut, hadir sejumlah tokoh.
Salah satunya Wakil Ketua Badan Pemenangan Prabowo-Sandi, Neno Warisman.
Bunda Neno, begitu ia akrab disapa, menyampaikan orasinya di atas mobil komando.
Dirinya menegaskan di depan massa aksi bela Uighur bahwa aksi ini adalah murni aksi perikemanusiaan, aksi peduli terhadap sesama umat muslim.
"Kita tidak punya tujuan politik apapun dengan menamakan segala aksi kemanusiaan, ini adalah urusan kemanusiaan," ujarnya, Jumat (21/12/2018).
Baca: MUI Minta Pemerintah Indonesia Desak China Buka Suara Terkait Muslim Uighur
Neno kemudian mengutip pembukaan UUD 1945 bahwa kemerdekaan ialah hak segala bangsa.
"Dan oleh sebab itu, penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan," lanjutnya.
Neno kemudian menyampaikan fakta-fakta bahwa muslim Uighur bukan bagian dari negara Cina, melainkan dari Turkistan Timur.
"Dan kita di sini untuk menyampaikan aspirasi bahwa saudara kita di Uighur harus merdeka dari penjajahan," kata Neno.
Selain Neno Warisman, hadir pula Ketua PA 212 Slamet Ma'arif, Jonru Ginting, Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) KH Shabri Lubis.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.