Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Wapres Tinjau Banjir Sulsel, Kemensos Salurkan Santunan Ahli Waris

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menginstruksikan Kementerian Sosial RI untuk segera menyalurkan santunan ahli waris korban banjir Sulawesi Selatan

Wapres Tinjau Banjir Sulsel, Kemensos Salurkan Santunan Ahli Waris
dok. Kemensos
Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menginstruksikan Kementerian Sosial RI untuk segera menyalurkan santunan ahli waris korban banjir Sulawesi Selatan 

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menginstruksikan Kementerian Sosial RI untuk segera menyalurkan santunan ahli waris korban banjir Sulawesi Selatan. 

"(Kedatangan saya, red) pertama saya ingin melihat apa yang terjadi. Oleh karena itu program yang segera adalah membantu korban bencana," kata Wapres usai memimpin Rapat Koordinasi penanggulangan Bencana Alam Sulsel di Kantor Gubernur Sulsel, Minggu. 

Wapres mengatakan upaya membantu korban meliputi pemberian bantuan bagi warga terdampak bencana dan santunan untuk ahli waris korban meninggal. Penyaluran bantuan  dan pencairan santunan korban meninggal secepat-cepatnya diharapkan dapat mengurangi rasa duka mendalam warga terdampak bencana banjir, angin kencang, dan tanah longsor di Sulsel. 

"Oleh karena itu Kemensos akan segera memberikan bantuan dan santunan ahli waris korban meninggal," tuturnya. 

Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita yang turut mendampingi Wapres dalam kunjungan kerja ini mengatakan untuk santunan ahli waris akan diserahkan secara bertahap oleh Kementerian Sosial mengingat proses pendataan masih terus berlangsung. 

"Hingga 27 Januari tercatat 68 korban meninggal. Untuk tahap pertama disalurkan sebesar Rp555 juta untuk ahli waris 37 korban meninggal," katanya. 

Bantuan LDP 
Sementara itu sejalan dengan bantuan dan santunan, Tim Relawan Kementerian Sosial RI memberikan Layanan Dukungan Psikososial (LDP) kepada warga terdampak bencana. 

"Ada 21 petugas LDP yang kami terjunkan berasal dari Tim LDP Pusat, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Provinsi Sulawesi Selatan dan Kabupaten/Kota terdampak, serta Pekerja Sosial," ujar Agus.  

Menteri Agus mengatakan Posko Utama LDP berada di Pos Masjid Maggali, Kabupaten Gowa. Sedangkan Posko Induk pengungsian adalah di Kantor BPBD Kabupaten Kepulauan Selayar.  

"LDP diselenggarakan terintegrasi dengan layanan dapur umum lapangan. Hal ini juga yang kami terapkan dalam penanganan bencana tsunami dan likuifaksi di Sulawesi Tengah," katanya. 

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Content Writer
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas