Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Cerita Rizal Ramli Bikin Gerakan 'Anti Kebodohan' Sepulang dari Jepang

Mantan Menko Maritim Rizal Ramli menegaskan sebagai 'Orang Pergerakan', dirinya terbiasa berada di dalam maupun di luar sistem pemerintahan.

Cerita Rizal Ramli Bikin Gerakan 'Anti Kebodohan' Sepulang dari Jepang
TRIBUN/DANY PERMANA
Ekonom Rizal Ramli berbincang dengan awak Tribunnews.com terkait perkembangan ekonomi Indonesia terbaru di Kantor Redaksi Tribun Network, di Palmerah, Jakarta, Rabu (6/2/2019). TRIBUNNEWS/DANY PERMANA 

Faktor yang mengubah masa depan Jepang itu adalah 'Restorasi Meiji' yang terjadi sekitar tahun 1800-an.

"Saya baru pertukaran pelajar di Jepang, salah satu (alasan) kenapa Jepang bisa maju, dia Restorasi Meiji tahun 1800-an, mereka itu udah nggak lulusan SD semuanya," kata Rizal.

Pengalaman menarik itu pun membuka matanya dan ia kemudian mencoba mengimplementasikan apa yang dilakukan oleh negara itu.

Sekembalinya ke Indonesia, Rizal pun melakukan beragam cara untuk merubah 'masa kelam' 8 juta anak tersebut.

Mulai dari kampanye, membuat paper, hingga mengundang para ahli untuk mendorong agar 8 juta anak itu bisa terus melanjutkan pendidikan dasar.

"Jadi begitu pulang (ke Indonesia), kita kampanye, bikin paper, undang para ahli, pokoknya tekan apa saja (untuk) gerakan Anti Kebodohan supaya 8 juta anak ini bisa sekolah di SD," pungkas Rizal.

Perlu diketahui, Restorasi Meiji terjadi pada tahun 1866 hingga 1869.

Tiga tahun itu mencakup akhir Zaman Edo dan awal Zaman Meiji.

Restorasi yang juga dikenal dengan sebutan Meiji Ishin, Revolusi atau Pembaruan itu merupakan rangkaian peristiwa yang akhirnya menyebabkan perubahan pada struktur politik dan sosial Jepang.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Fajar Anjungroso
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas