Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Alasan Rizal Ramli Lebih Suka Disebut 'Orang Pergerakan' daripada Aktivis

Mantan Menko Maritim Rizal Ramli mengaku dirinya lebih senang disebut sebagai 'Tokoh Pergerakan', dibandingkan Aktivis.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Fajar Anjungroso
zoom-in Alasan Rizal Ramli Lebih Suka Disebut 'Orang Pergerakan' daripada Aktivis
TRIBUN/DANY PERMANA
Ekonom Rizal Ramli berbincang dengan awak Tribunnews.com terkait perkembangan ekonomi Indonesia terbaru di Kantor Redaksi Tribun Network, di Palmerah, Jakarta, Rabu (6/2/2019). TRIBUNNEWS/DANY PERMANA 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Menko Maritim Rizal Ramli mengaku dirinya lebih senang disebut sebagai 'Tokoh Pergerakan', dibandingkan Aktivis.

Hal itu karena menurutnya, Orang atau Tokoh Pergerakan tidak hanya melakukan aksi demonstrasi saja.

Namun ada hal lainnya yang dilakukan melalui proses, sebelum mengkritisi sesuatu.

"Saya lebih senang dibilang Orang Pergerakan, bukan Aktivis, Aktivis itu modalnya cuma demo doang, kalau Orang Pergerakan (itu) baca, refleksi, kritik," ujar Rizal, di Redaksi Tribunnews-Warta Kota, Kompleks KG Group, Jakarta Pusat, Rabu (6/2/2019) sore.

Ia pun menyebutkan contoh pahlawan nasional yang ia anggap sebagai Tokoh Pergerakan, yakni H.O.S Tjokroaminoto dan Presiden ke-1 RI Soekarno.

Baca: Cerita Rizal Ramli Bikin Gerakan Anti Kebodohan Sepulang dari Jepang

Menurutnya, kedua tokoh itu bisa merubah sesuatu, baik saat berada di dalam siatem maupun di luar sistem pemerintahan.

Rekomendasi Untuk Anda

"Tokoh tokoh nasional Indonesia atau Soekarno, Cokroaminoto itu Orang Pergerakan, di dalam atau di luar sistem, mereka nggak masalah," kata Rizal.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas