Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

Tanggapi Pernyataan Arief Poyuono, TKN : Nanti Ada Orang Telat Nikah Dibilang Salah Jokowi

"Nanti ada orang telat nikah dibilang salahnya Jokowi," ujar Wakil Sekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP)

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
zoom-in Tanggapi Pernyataan Arief Poyuono, TKN : Nanti Ada Orang Telat Nikah Dibilang Salah Jokowi
Tribunnews.com/Fitri Wulandari
Wakil Sekjen DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sekaligus anggota Komisi II DPR RI Achmad Baidowi, saat ditemui usai diskusi yang digelar di kawasan Gondangdia, Jakarta Pusat, Minggu (11/2/2018) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi - Maruf Amin, Achmad Baidowi menilai keliru pandangan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono menilai Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief merupakan korban dari kegagalan pemerintah memberantas peredaran narkoba.

"Nanti ada orang telat nikah dibilang salahnya Jokowi," ujar Wakil Sekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini kepada Tribunnews.com, Selasa (5/3/2019).

Baca: Waketum Gerindra: Andi Arief Korban Kegagalan Jokowi Berantas Narkoba

"Kalau semua salahnya Jokowi, ya kacau lah," tambah Anggota Komisi II DPR ini.

Awi mengatakan, Arif Poyuono harusnya perlu melihat secara objektif bagaimana pemberantasan narkoba di era pemerintahan Jokowi.

"Para terpidana mati kasus narkoba dieksekusi di era siapa?" demikian ia balik bertanya.

"Justru Jokowi yang perintahkan untuk eksekusi," tegasnya.

Berita Rekomendasi

Ketegasan sikap ini, lanjut dia, sekaligus membuktikan Jokowi tidak main-main dengan barang haram narkoba.

"Lha ini lucu, anggota penting di BPN Prabowo-Sandi yang tertangkap narkoba kok malah Jokowi yang disalahkan. Kemana aja Arif Poyuono kok tidak mengingatkan ataupun menjaga pergaulan para koleganya agar tidak terjerat narkoba," kritiknya.

Sebelumnya Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono menilai Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief merupakan korban dari kegagalan pemerintah memberantas peredaran narkoba.

"Andi Arief cuma jadi Korban kegagalan Pemerintah Joko Widodo dalam pemberantasan Narkoba di Indonesia," kata Arief lewat pesan singkat, Senin (4/3/2019).

Tanpa menunjukkan data, Arief menyebut bahwa peredaran narkoba makin meningkat pada pemerintahan Jokowi. Hal itu makin mengancam generasi di Indonesia.

Arief pun meminta kasus yang menjerat Andi ini tak perlu dipolitisasi.

Baca: Dukung Rehabilitasi, Partai Demokrat: Indonesia Masih Butuh Pikiran Andi Arief

"Yang pasti Andi Arief itu korban dan mungkin pengkomsumsi narkoba maka Andi Arief harus segera di rehabilitasi saja," kata dia.

"Tidak perlu dipolitisasi karena itu bukan cara untuk menyembuhkan Andi Arief yang merupakan korban dari ketergantungan narkoba," kata dia.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas