Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Politisi Senayan Ditangkap KPK

KPK Pelajari Pengakuan Bowo Sidik Terima Rp 2 M dari Menteri Enggartiasto

Uang Rp 2 miliar dalam bentuk pecahan Dolar Singapura itu dibicarakan Bowo saat dirinya diperiksa penyidik KPK pada Selasa (9/4) lalu.

KPK Pelajari Pengakuan Bowo Sidik Terima Rp 2 M dari Menteri Enggartiasto
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyampaikan sambutan pada acara Sosialisasi Road Map Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) dari Dialog Tekstil Nasional (DTN) 2018 Solo di Hotel Four Point, Jalan Ir H Djuanda, Kota Bandung, Jumat (14/9/2018). Diskusi yang dihadiri para pelaku usaha di sektor tekstil itu, mengusung tema "Peningkatan Devisa Indonesia Melalui Produk TPT Nasional". (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tersangka suap Anggota Komisi VI DPR Bowo Sidik Pangarso mengaku dapat uang berjumlah Rp 2 miliar dari Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.

Uang Rp 2 miliar dalam bentuk pecahan Dolar Singapura itu dibicarakan Bowo saat dirinya diperiksa penyidik KPK pada Selasa (9/4) lalu.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyampaikan, pihaknya akan mempelajari pengakuan Bowo. Salah satunya ialah apakah informasi itu berdiri sendiri atau ada kesesuaian dengan bukti lain.

"Jika keterangan atau informasi disampaikan dalam sebuah pemeriksaan dan dituangkan di berita acara, tentu perlu kami pelajari informasi tersebut. Apakah berdiri sendiri atau ada kesesuaian dengan bukti-bukti lain," ujar Febri kepada wartawan, Jakarta, Senin (22/4/2019).

Dalam pemeriksaan tersebut Bowo menceritakan bahwa uang tersebut kemudian menjadi bagian dari uang Rp 8 miliar yang dimasukkannya ke dalam 400 ribu amplop untuk serangan fajar.

Pemeriksaan 9 April itu merupakan kali pertama Bowo diperiksa sebagai tersangka kasus suap kerja sama pengangkutan pupuk antara PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog) dan PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK).

Baca: Peneliti LIPI: Tak Perlu Jokowi Utus Luhut Bertemu Prabowo

Kepada penyidik saat diperiksa, Bowo uang Rp 2 miliar itu diterima dari Enggartiasto agar dia mengamankan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 16/M-DAG/PER/3/2017 tentang Perdagangan Gula Kristal Rafinasi Melalui Pasar Lelang Komoditas, yang akan berlaku akhir Juni 2017.

Saat itu Bowo merupakan pimpinan Komisi VI DPR yang salah satunya bermitra dengan Kementerian Perdagangan dan Badan Usaha Milik Negara.

Enggar diduga meminta Bowo mengamankan Permendag itu karena adanya penolakan dari sebagian besar anggota dewan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang berlangsung awal Juni 2017.

Dewan beranggapan gula rafinasi yang masuk pengawasan pemerintah tak seharusnya dilelang secara bebas dalam kendali perusahaan swasta.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...

Berita Terkait :#Politisi Senayan Ditangkap KPK

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas