Berkostum Kebaya, Buruh FSPASI Pertanyakan Alasan Sterilnya Jalan Menuju Istana Negara
Sejumlah tuntunan digaungkan oleh satu per satu orator, di antaranya revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78/2015, tentang Pengupahan.
Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Hendra Gunawan
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Massa buruh dari Federasi Serikat Pekerja Aneka Sektor Indonesia (FSPASI), berkostum unik dalam menyampaikan tuntutan, di sekitar Patung kuda, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (1/5/2019).
Massa yang mayoritas perempuan ini, mengenakan kostum lengkap kebaya dengan topi model caping.
Sejumlah tuntunan digaungkan oleh satu per satu orator, di antaranya revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78/2015, tentang Pengupahan.
"Cabut 78/2015. Tolong Pak Jokowi cabut PP 78 di mana kaum buruh upahanya belum berubah, peraturan-peraturan yang ada hanya menindas," ujar orator perempuan dari atas mobil komando.
Baca: Kapal Ikan Indonesia Dengan 14 Awak Ditangkap di Australia
Baca: Rian Subroto Menolak Jadi Saksi dan Jadi DPO, Ini Kata Humas Polda Jatim
Kemudian , reformasi BPJS Kesehatan maupun tuntunan diturunkannya harga bahan pokok.
Para buruh pun menutut agar Presiden Jokowi menemui langsung mereka.
Buruh pun mempertanyakan, alasan keengganan Jokowi menemui buruh hari ini.
"Baru tahun ini, kami tidak boleh sampai Istana. Kenapa? Jokowi belum mau menyambut kami di Istana. Tolong bapak Jokowi cabut aturan PP 78. Kami buruh terpukul, upah belum naik," jelas orator.
Massa buruh menyesalkan aksi mereka hari ini dihadang oleh petugas keamanan yang berjaga.
Diketahui pada peringatan May Day 2019 ini, penyampaian orasi massa buruh hanya dipusatkan di sekitar patung kuda.
Sementara, seluruh jalan menuju Istana Negara, baik dari Harmoni, Medan Merdeka Utara, ataupun Medan Merdeka Barat, telah disterilkan dan ditutup dengan penjagaan ratusan aparat gabungan Polisi dan TNI.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.