Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Demokrat Tidak Pernah Meninggalkan Teman Perjuangan Ketika 'Bertempur'

Ia mengatakan Demokrat akan tetap berada di belakang Prabowo-Sandi hingga proses pemilu usai.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Demokrat Tidak Pernah Meninggalkan Teman Perjuangan Ketika 'Bertempur'
Tribunnews/JEPRIMA
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat (PD) Hinca Panjaitan memberikan keterangan kepada wartawan terkait surat Ketua Umum PD Susilo Bambang Yudhoyono yang mengkritik konsep kampanye akbar Capres-Cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta Pusat, Senin (8/4/2019). Partai Demokrat menegaskan masih solid mendukung Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno dalam Pilpres 2019. (Tribunnews/Jeprima) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekretaris Jenderal Demokrat Hinca Pandjaitan mengatakan bahwa partainya tidak meninggalkan koalisi adil dan makmur.

Pernyataan Hinca itu menanggapi informasi santernya komunikasi kubu Jokowi-Ma'ruf kepada Demokrat.

"Jangan kuatir. Demokrat itu tak pernah meninggalkan semangatnya pada koalisi," ujar Hinca usai menyerahkan Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK) di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis, (2/5/2019).

Menurut Hinca selama ini Demokrat solid di partai koalisi. Adapun kritik yang sering dilontarkan partainya kepada koalisi merupakan bentuk komunikasi sahabat.

"Namun demikian, kami di dalam, anda lihat sendiri, yang perlu kami kritik, ya kami kritik. karena cara bersahabat yang baik adalah mengkritik," katanya.

Baca: Tak Ingin Penganiayaan Jurnalis Terulang, Begini Antisipasi Polri

Menurut Hinca Demokrat, tidak pernah meninggalkan teman seperjuangan ketika sedang 'bertempur'.

Ia mengatakan Demokrat akan tetap berada di belakang Prabowo - Sandi hingga proses pemilu usai.

Rekomendasi Untuk Anda

"Tapi sampai hari ini kami masih tetap berada dalam posisi koalisi. tidak ada apa namanya adatnya orang Demokrat itu meninggalkan teman seperjuangan ketika sedang bertempur. kita tuntaskan ini. Kami menganggap tangga-tangga demokrasi itu harus dilewati sampai selesai dan setelah itu baru kita bicara lagi dan masih banyak langkahnya," pungkasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas