Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pemindahan Ibu Kota Negara

Wacana Pemindahan Ibu Kota, JJ Rizal Minta Pemerintah Contoh Bung Karno

Wacana pemindahan ibu kota Indonesia dari Jakarta ke Palangkaraya, ternyata cukup menyita perhatian masyarakat dan pengamat.

Wacana Pemindahan Ibu Kota, JJ Rizal Minta Pemerintah Contoh Bung Karno
tribunnews.com/Fitri Wulandari
Diskusi bertajuk 'Maju Mundur Pindah Ibukota', yang digelar di Rujak Center for Urban Studies, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (8/5/2019) sore. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wacana pemindahan ibu kota Indonesia dari Jakarta ke Palangkaraya, ternyata cukup menyita perhatian masyarakat dan pengamat.

Satu diantara mereka yang tertarik dalam pembahasan mengenai wacana tersebut adalah Sejarawan JJ Rizal.

Dalam agenda diskusi bertajuk 'Maju Mundur Pindah Ibukota', ia mengatakan bahwa pada masa lalu saat Presiden pertama Indonesia Soekarno masih memerintah, wacana pemindahan ibukota memang sudah muncul.

Namun karena Jakarta merupakan kota megapolitan yang besar dan sangat 'hidup', maka 'pindah ibukota' hanya sekadar menjadi wacana semata.

Baca: Kunjungi Lokasi Calon Ibu Kota Negara di Kalimantan Tengah, Jokowi: Biar Dapat Feelingnya

"Tahun 1966 di masa senjanya, Soekarno mengatakan Jakarta sebagai wajah muka Indonesia yang punya wilayah megapolitan yang besar," ujar Rizal, dalam acara yang digelar di Rujak Center for Urban Studies, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (8/5/2019) sore.

Karena itu, Bung Karno lebih memilih untuk meninggalkan wacana tersebut pada masa akhir kepemimpinannya sebagai Presiden.

"Ide Bung Karno di akhir pemerintahannya, sudah lagi tidak memikirkan pemindahan ibukota," jelas Rizal.

Baca: Presiden Jokowi Akan Tinjau Tiga Lokasi Calon Ibu Kota Negara di Kalimantan Tengah

Saat itu ayah dari Ketua Umum Partai PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri itu pun fokus pada prioritas yakni membangun Jakarta selayaknya kota megapolitan.

Bukan memindahkan ibukota ke wilayah lainnya.

"Ibukota tetap di Jakarta, tapi dikelola dengan layak seperti kota megapolitan," kata Rizal.

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) telah menyambangi sejumlah daerah di Kalimantan pada hari ini, Rabu (8/5/2019).

Dalam kunjungan itu, ia meninjau kawasan mana yang cocok menjadi pengganti Jakarta sebagai ibukota Indonesia.

Palangkaraya pun menjadi salah satu dari sejumlah daerah yang ditinjau Jokowi.

Ikuti kami di
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Willem Jonata
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas