Tribun

Pilpres 2019

Ferdinand Hutahaen Berhenti Dukung Prabowo-Sandi, Ini Tanggapan BPN

"Saya yakin itu hanya emosi sesaat. Saya kenal Bung Ferdinand orangnya baik kok," kata Dasco saat dihubungi, Senin (20/5/2019).

Editor: Hasanudin Aco
Ferdinand Hutahaen Berhenti Dukung Prabowo-Sandi, Ini Tanggapan BPN
Tribunnews.com/Dennis Destryawan
Juru bicara Partai Demokrat Imelda Sari dan Kepala Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean saat menggelar konferensi pers di kantor DPP Demokrat, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (4/3/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Advokasi dan Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Sufmi Dasco Ahmad, menilai pernyataan politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean yang berhenti mendukung Prabowo-Sandi hanya emosi sesaat.

"Saya yakin itu hanya emosi sesaat. Saya kenal Bung Ferdinand orangnya baik kok," kata Dasco saat dihubungi, Senin (20/5/2019).

Menurut Dasco, Ferdinand yang merupakan rekannya di Direktorat Advokasi dan Hukum BPN, mengeluarkan pernyataan tersebut karena kecintaannya kepada Ani Yudhoyono.

Ferdinand tak terima karena Ani ikut dirundung oleh buzzer di media sosial.

Baca: Eva: Ada Tokoh yang Sengaja Galang Massa 22 Mei, Modusnya ada Tour Jihad

Baca: Sekjen Demokrat Sebut Koalisi Adil dan Makmur Hanya Sampai 22 Mei

Kendati demikian, Dasco menegaskan buzzer yang merundung istri dari Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudoyono itu tak ada hubungannya dengan BPN Prabowo-Sandi.

"Mudah-mudahan Bung Ferdinand cuma emosi sesaat, karena kami sangat tahu kecintaan Bung Ferdinand ini kepada Bu Ani sangat besar. Sehingga pada saat dia membaca itu kemudian timbul emosi dan lalu membuat statemen seperti itu," kata Dasco.

  Sufmi Dasco Ahmad.
Sufmi Dasco Ahmad. (Tribunnews.com/Ferdinand Waskita)

Dasco pun berharap sikap Ferdinand ini tak membuat hubungan Demokrat dengan koalisi Prabowo-Sandi merenggang.

Politisi Gerindra itu mengatakan, di semua partai, semua keputusan strategis tidak hanya diputuskan oleh satu orang, melainkan melalui mekanisme rapat khusus yang menghasilkan keputusan resmi.

Dasco mencontohkan keputusan Demokrat saat mendukung Prabowo-Sandi di Pilpres 2019.

"Mudah-mudahan dengan komunikasi yang baik, permasalahan antara Partai Demokrat dan Partai Gerindra akan dapat segera berakhir dan semua kembali dalam keadaan damai seperti kawan sesama koalisi," kata Dasco.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas