Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kasus Century

Komentar Dubes RI untuk Swiss Usai Diperiksa KPK Soal Korupsi Century

Pada hari ini KPK memanggil Duta Besar Republik Indonesia untuk Swiss, Muliaman Hadad.

Komentar Dubes RI untuk Swiss Usai Diperiksa KPK Soal Korupsi Century
Ilham Rian Pratama/Tribunnews.com
Muliaman Hadad. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menyelidiki kasus dugaan rasuah Bank Century.

Pada hari ini KPK memanggil Duta Besar Republik Indonesia untuk Swiss, Muliaman Hadad.

Diperiksa oleh penyidik KPK selama kurang lebih 4 jam, Hadad mengaku hanya ditanyai seputar materi pemeriksaannya yang terdahulu.

"Sebentar saja ya, mengecek yang lama kalau ada perubahan atau tidak, makanya cepat selesai (pemeriksaan)," ucap Hadad di Gedung Merah Putih KPK, Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin (27/5/2019).

"Ditanyakan soal Boediono?" tanya wartawan.

"Tidak, yang lama-lama saja pertanyaannya, banyak, kan tebal (materi pemeriksaan) itu. Ya pemeriksaan yang lama dulu saja, dicek saja lagi," jawab Hadad.

"Yang lama seperti apa?" tanya wartawan lagi.

"Ya, banyak kan tebal," tutur Hadad.

Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Muliaman Hadad (kiri) menyampaikan pandangan dalam acara Forum Group Discussion (FGD) Financial Technology 2017 di Kantor DPP LDII, Jakarta, Rabu (20/12/2017). Dalam FGD Muliaman berpendapat, Industri jasa keuangan nasional sangat membutuhkan manajemen perubahan sebagai upaya menghadapi perubahan-perubahan sosial seiring berkembangnya teknologi yang begitu pesat. Berkembangnya teknologi secara langsung melahirkan beberapa layanan keuangan berbasis teknologi, jika tidak direspon dengan baik, maka perubahan tersebut akan menjadi kendala bagi bisnis industri keuangan yang sudah ada. TRIBUNNEWS/HO
Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Muliaman Hadad (kiri) menyampaikan pandangan dalam acara Forum Group Discussion (FGD) Financial Technology 2017 di Kantor DPP LDII, Jakarta, Rabu (20/12/2017). Dalam FGD Muliaman berpendapat, Industri jasa keuangan nasional sangat membutuhkan manajemen perubahan sebagai upaya menghadapi perubahan-perubahan sosial seiring berkembangnya teknologi yang begitu pesat. Berkembangnya teknologi secara langsung melahirkan beberapa layanan keuangan berbasis teknologi, jika tidak direspon dengan baik, maka perubahan tersebut akan menjadi kendala bagi bisnis industri keuangan yang sudah ada. TRIBUNNEWS/HO (TRIBUN/HO)

"Soal kerugian negara atau apa?" tanya wartawan kembali.

"Bukan-bukan," jawab Hadad singkat sebelum meninggalkan Gedung KPK.

Baca: Menteri Luhut: Suasana Sudah Dingin

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas