Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Kasus Makar

Jadi Target Pembunuhan Wiranto Sudah Maafkan Kivlan Zen, Kini Dikawal Ketat Berseragam Hitam

Selain pengamanan seperti biasanya, sebuah sepeda motor ber-cc besar berwana hitam. Yang ditumpangi dua orang juga berseragam hitam melakukan pengawal

Jadi Target Pembunuhan Wiranto Sudah Maafkan Kivlan Zen, Kini Dikawal Ketat Berseragam Hitam
Kolase Tribunnews/Kemhan
Wiranto Kivlan Zen Ryamizard 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menko Polhukam Wiranto menjadi target dari pembunuhan berencana yang belakangan sempat ramai di publik.

Atas kasus ini, kepolisian telah menetapkan Kivlan Zen sebagai tersangka. ‎

Tidak hanya tersangka dugaan pembunuhan berencana pada empat tokoh nasional dan satu pimpinan lembaga survei, Kivlan Zen juga menjadi tersangka kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal.

Kini Kivlan Zen ditahan di Rutan Guntur, Jakarta Selatan.

Di awal bulan ini, kuasa hukumnya, ‎Tonin Tachta mengirimkan surat permohonan perlindungan ke berbagai pihak.

Wiranto selain menjadi target, juga dikirimkan surat permohonan perlindungan.

Kolase Kivlan Zen dan Irjen M. Iqbal
Kolase Kivlan Zen dan Irjen M. Iqbal (Tribunnews.com)

Surat lainnya dikirimkan pula ke Menteri Pertahanan (Menhan), Pangkostrad, Kepala Staf kostrad dan Danjen Kopassus.

Baca: Pesan Politikus PDIP Ke Tim Hukum 02: Fokus Buktikan Dalil Dalam Persidangan MK

Ditemui di kantornya, Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (17/6/2019) Wiranto mengaku sudah menerima surat tersebut.

Secara pribadi, Wiranto juga sudah memaafkan Kivlan Zen.

"‎Sudah ada, surat sudah masuk ke saya. Barangkali surat itu juga sudah masuk ke Kemenhan ya," ujar Wiranto.

Wiranto melanjutkan sebagai Kemenkopolhukam yang adalah bagian dari pemerintah, menurutnya dia tidak mungkin untuk mengintervensi hukum.

"Tidak mungkin saya mengintervensi hukum. Hukum tetap berjalan tidak bisa diintervensi oleh siapapun. Hukum punya wilayah, aturan dan Undang-Undang sendiri maka hukum tetap hukum berjalan sampai tuntas," tutur Wiranto.

Wiranto kembali menegaskan biarkan hukum terus berjalan nanti terkait keringanan dan pengampunan ada di ujung saat keputusan hukum.

Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zein terlihat memenuhi panggilan penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri untuk diperiksa atas tuduhan makar yang dilakukannya.
Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zein terlihat memenuhi panggilan penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri untuk diperiksa atas tuduhan makar yang dilakukannya. (Tribunnews.com/Vincentius Jyestha)

Pantauan Tribunnews.com, meski kepolisian sudah mengungkap upaya pembunuhan pada tokoh nasional dan pimpinan lembaga survei, tetap saja Wiranto masih mendapat pengawalan ketat.

Selain pengamanan seperti biasanya, sebuah sepeda motor ber-cc besar berwana hitam. Yang ditumpangi dua orang juga berseragam hitam hingga helm dan sepatu hitam lengkap dengan senjata tetap melakukan pengawalan pada Wiranto. Pasukan ini menempel melekat di belakang mobil dinas Wiranto.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...

Berita Terkait :#Kasus Makar

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas