Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pilpres 2019

Disinggung Keahlian dan Latar Belakangnya, Ahli KPU Sebut Telah Luluskan 22 Doktor dan 4 Profesor

Ia kemudian melanjutkan studi S2 di Australia dari tahun 1989 hingga 1990 masih dibidang yang sama. Marsudi juga menjadi Guru Besar di sebuah universi

Disinggung Keahlian dan Latar Belakangnya, Ahli KPU Sebut Telah Luluskan 22 Doktor dan 4 Profesor
tangkap layar KompasTV
Sidang Sengketa Pilpres 2019: KPU Tak Ajukan Saksi Fakta, Hanya 2 Ahli 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kuasa hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Luthfi Yazid, menyinggung keahlian serta latar belakang ahli yang dihadirkan KPU RI dalam sidang lanjutan sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK), Kamis (20/6).

Agenda dalam sidang kali ini adalah mendengarkan keterangan saksi dan ahli dari pihak termohon yaitu KPU RI.

"Bisa saudara jelaskan expertise dan latar belakang pendidikan saudara kepada kami?" minta Luthfi, di Gedung MK, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (20/6/2019).

Ahli Informasi Teknologi yang dihadirkan KPU, Marsudi Wahyu Kisworo, mengatakan dirinya menamatkan pendidikan S1 di Teknik Elektro ITB dengan jurusan Pengaturan dan Komputer.

Ia kemudian melanjutkan studi S2 di Australia dari tahun 1989 hingga 1990 masih dibidang yang sama. Marsudi juga menjadi Guru Besar di sebuah universitas.

Marsudi Wahyu Kisworo, saksi ahli dari KPU memberikan keterangan di sidang sengketa Pilpres 2019 di MK, Kamis (20/6/2019) siang.
Marsudi Wahyu Kisworo, saksi ahli dari KPU memberikan keterangan di sidang sengketa Pilpres 2019 di MK, Kamis (20/6/2019) siang. (Tangkap Layar KompasTV)

Luthfi pun menanyakan perihal keahlian Marsudi yang berhubungan dengan Pemilu dan Situs Hitung (Situng).

Namun, Marsudi menegaskan dirinya tak memiliki spesifik keahlian mengenai Situng maupun Pemilu. Akan tetapi lebih kepada arsitek dan sistem informasi.

Baca: Yusril: Ternyata Bukti Wow Yang Disebut BW Tak Ada Apa-apanya

"Jadi kalau yang spesifik tentang Situng dan pemilu tidak ada. Tapi tentang arsitek dan sistem informasi, arsitek itu adalah ibaratnya kalau rumah yang merancang sebelum dibangun. Jadi banyak sekali publikasi saya bisa dicek di google scholar," ujar Marsudi.

Ia juga menyinggung telah meluluskan 22 doktor dan 4 profesor selama membimbing mahasiswa.

Selain itu, ia menuturkan turut membantu pemerintah dari sisi pengamanan melalui sistem informasi.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...

Berita Terkait :#Pilpres 2019

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas