Bamsoet Duga Aksi Kawal MK Miliki Agenda Tertentu
"Itu saya nilai mereka (massa aksi) egois tidak memikirkan nasib rakyat yang lain," katanya
Penulis: Chaerul Umam
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menduga adanya massa yang tetap melakukan aksi saat pembacaan putusan sengketa Pilpres memiliki agenda tertentu, yakni memancing kerusuhan.
Padahal sebelumnya, aparat Kepolisian telah mengimbau agar tak digelar aksi dalam rangka mengawal keputusan Mahkamah Konstitusi (MK).
Baca: Yusril Merasa Senang Hadapi Sidang Pembacaan Putusan Sengketa Hasil Pilpres di MK
"Itu saya nilai mereka (massa aksi) egois tidak memikirkan nasib rakyat yang lain. Artinya mereka memiliki agenda-agenda tertentu yang memang sengaja memancing kekisruhan," kata Bamsoet, sapaan akrabnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/6/2019).
Legislator Partai Golkar ini meminta aparat Kepolisian bertindak tegas bila massa aksi berpotensi ricuh.
Karena, hal tersebut akan mengganggu masyarakat luas.
"Kami mengimbau dari gedung parlemen ini pihak berwajib agar bertindak tegas, agar tidak merugikan rakyat dan tidak mengganggu ketertiban umum," imbau Bamsoet.
Terkait putusan MK nantinya, Bamsoet meminta semua pihak meghormati keputusan yang telah dibuat oleh para hakim.
Baca: Kopiah Hitam dari KH Maruf Amin Dipakai Tim Hukum 01 Saat Sidang Putusan di MK
Apalagi, kedua pasangan calon yakni Jokowi-Maruf dan Prabowo-Sandiaga telah menyerahkan sepenuhnya kepada mekanisme hukum di MK.
"Harapan saya kita harus menghargai apa yang sudah disampaikan baik pihak 01 maupun 02, Prabowo-Sandiaga sudah menyatakan bahwa mereka menyerahkan sepenuhnya kepada proses hukum yang ada di MK dan kita harus menghormati keputusan dari pada kedua pasangan itu," pungkasnya.
Waspada Picu Kerusuhan
Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf, Teuku Taufiqulhadi memperingatkan aparat kemanan untuk mewaspadai aksi massa depan Mahkamah Konstitusi (MK) yang bisa berubah menjadi ricuh.
Ia menilai, aksi dapat menjadi tak kondusif apabila keputusan MK tak sama dengan keinginan mereka.
Baca: Kemhan Sediakan Air Wudhu untuk Massa Aksi Kawal Putusan MK
"Saya menyikapi massa yang hadir ke depan MK dengan maksud untuk melakukan pressure terhadap hakim MK, itu yg harus diwaspadai," katanya saat dihibungi Tribunnews.com, Kamis (27/6/2019).