Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Bamsoet Duga Aksi Kawal MK Miliki Agenda Tertentu

"Itu saya nilai mereka (massa aksi) egois tidak memikirkan nasib rakyat yang lain," katanya

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Bamsoet Duga Aksi Kawal MK Miliki Agenda Tertentu
Tribunnews.com/Chaerul Umam
Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo 

Untuk itu, Legislator Partai NasDem ini mengimbau agar aparat yang bertugas bertindak tegas dan sigap ketika potensi aksi menjadi kericuhan.

"Jika ada gelagat mereka akan bertindak brutal, aparat juga harus bersikap tegas. Dengan demikian, upaya mereka mengacau tidak melebar kemana-mana," tegasnya.

Lebih lanjut, ia meminta semua pihak menghormati keputusan MK nantinya.

Baca: Jelang Putusan MK, Bambang Widjojanto Mengaku Tak Cemas

Ia menambahkan jangan sampai nanti ada anggapan MK tidak tidak adil bagi mereka yang kecewa terhadap keputusan hakim

"Mereka yang hadir ini hanya berpikir, hakim MK harus sama dengan sikap mereka. Jika tidak sama, mereka menuduh MK dan lembaga negara lain tidak benar dan tidak boleh dipercaya," pungkasnya.

Istana Minta Warga Tidak Khawatir

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko meminta masyarakat tidak perlu khawatir menghadapi sidang putusan sengketa hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK) hari ini, Kamis (27/6/2019).

Rekomendasi Untuk Anda

Termasuk mantan Panglima TNI ini juga mengimbau masyarakat untuk melakukan aktifitas seperti biasa karena keamanan mereka dijamin oleh TNI-Polri.

Baca: Ini yang akan Dilakukan Kubu Jokowi dan Prabowo Setelah MK Memutuskan Perkara Sengketa Pilpres

"TNI dan Polri mengerahkan kekuatan besar, total ada 40 ribu personel gabungan. ‎Sementara yang melakukan aksi demo hanya 2.500-3.000 orang," tutur Moeldoko.

"Kekuatan untuk sementara cukup memadai, masyarakat tidak perlu khawatir. ‎Kalau nyata-nyata di lapangan ada perusuh, pasti ditindak tegas," tambah Moeldoko.

Terkhusus pada para pendemo, Moeldoko meminta massa untuk tertib dan mengindahkan aturan dari aparat di lapangan.

Diketahui sedari pagi tadi, kawasan sekitar MK hingga patung kuda ‎yang berjarak 500 meter dari MK sudah dipenuhi para pendemo.

Khusus di gedung MK dan sekitarnya , sebanyak 13.747 personel gabungan TNI-Polri‎ dikerahkan ‎demi menjaga keamanan.

Kawat pagar berduri dan barrie beton pun sudah terpasang di sekitar gedung MK. Kendaraan taktir Water cannon hingga barracuda turut disiagakan.

Baca: Usai Pembacaan Putusan MK, Pimpinan Parpol Koalisi Adil Makmur Rapat di Rumah Prabowo

Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Harry Kurniawan menegaskan seluruh personel gabungan TNi-Polri yang berjaga di sekitaran MK tidak dibekali senjata api.

Halaman 2/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas