Bamsoet Duga Aksi Kawal MK Miliki Agenda Tertentu
"Itu saya nilai mereka (massa aksi) egois tidak memikirkan nasib rakyat yang lain," katanya
Penulis:
Chaerul Umam
Editor:
Imanuel Nicolas Manafe
Untuk itu, Legislator Partai NasDem ini mengimbau agar aparat yang bertugas bertindak tegas dan sigap ketika potensi aksi menjadi kericuhan.
"Jika ada gelagat mereka akan bertindak brutal, aparat juga harus bersikap tegas. Dengan demikian, upaya mereka mengacau tidak melebar kemana-mana," tegasnya.
Lebih lanjut, ia meminta semua pihak menghormati keputusan MK nantinya.
Baca: Jelang Putusan MK, Bambang Widjojanto Mengaku Tak Cemas
Ia menambahkan jangan sampai nanti ada anggapan MK tidak tidak adil bagi mereka yang kecewa terhadap keputusan hakim
"Mereka yang hadir ini hanya berpikir, hakim MK harus sama dengan sikap mereka. Jika tidak sama, mereka menuduh MK dan lembaga negara lain tidak benar dan tidak boleh dipercaya," pungkasnya.
Istana Minta Warga Tidak Khawatir
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko meminta masyarakat tidak perlu khawatir menghadapi sidang putusan sengketa hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK) hari ini, Kamis (27/6/2019).
Termasuk mantan Panglima TNI ini juga mengimbau masyarakat untuk melakukan aktifitas seperti biasa karena keamanan mereka dijamin oleh TNI-Polri.
Baca: Ini yang akan Dilakukan Kubu Jokowi dan Prabowo Setelah MK Memutuskan Perkara Sengketa Pilpres
"TNI dan Polri mengerahkan kekuatan besar, total ada 40 ribu personel gabungan. Sementara yang melakukan aksi demo hanya 2.500-3.000 orang," tutur Moeldoko.
"Kekuatan untuk sementara cukup memadai, masyarakat tidak perlu khawatir. Kalau nyata-nyata di lapangan ada perusuh, pasti ditindak tegas," tambah Moeldoko.
Terkhusus pada para pendemo, Moeldoko meminta massa untuk tertib dan mengindahkan aturan dari aparat di lapangan.
Diketahui sedari pagi tadi, kawasan sekitar MK hingga patung kuda yang berjarak 500 meter dari MK sudah dipenuhi para pendemo.
Khusus di gedung MK dan sekitarnya , sebanyak 13.747 personel gabungan TNI-Polri dikerahkan demi menjaga keamanan.
Kawat pagar berduri dan barrie beton pun sudah terpasang di sekitar gedung MK. Kendaraan taktir Water cannon hingga barracuda turut disiagakan.
Baca: Usai Pembacaan Putusan MK, Pimpinan Parpol Koalisi Adil Makmur Rapat di Rumah Prabowo
Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Harry Kurniawan menegaskan seluruh personel gabungan TNi-Polri yang berjaga di sekitaran MK tidak dibekali senjata api.
Baca tanpa iklan