Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Guru Besar LIPI: Mendingan KPK Dibubarkan Saja Kalau Nanti Dipimpin Perwira Tinggi Polri

Peneliti LIPI Profesor Syamsuddin Haris mengatakan, KPK lebih baik bubar jika harus dipimpin oleh Jenderal Polisi.

Guru Besar LIPI: Mendingan KPK Dibubarkan Saja Kalau Nanti Dipimpin Perwira Tinggi Polri
TRIBUNNEWS/HERUDIN

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Peneliti LIPI Profesor Syamsuddin Haris mengatakan, KPK lebih baik bubar jika harus dipimpin oleh Jenderal Polisi.

Usulan apolri Jenderal Tito Karnavian sangat membahayakan KPK.

Syamsuddin Haris menyatakan hal itu menanggapi pernyataan Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang menginginkan agar jabatan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar diserahkan kepada Polri.

Peneliti Senior LIPI, Prof Syamsuddin Haris
Peneliti Senior LIPI, Prof Syamsuddin Haris (Theresia Felisiani/Tribunnews.com)

Menurut Syamsuddin Haris, KPK lebih baik bubar ketimbang dipimpin Polri.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak sembilan perwira tinggi Polri mendaftarkan diri untuk mengikuti proses seleksi pimpinan KPK periode 2019-2023.

Baca: Pansel Capim KPK Tak Mau Terburu-buru Tentukan Nama Capim 2019-2023

Saat ini, Panitia Seleksi Pimpinan KPK yang dipimpin Yenti Ganarsih sedang menjaring bakal calon  pimpinan KPK dari berbagai elemen masyarakat.

Seperti dikutip Kompas.com Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo menuturkan ada sembilan perwira Polri yang mendaftarkan diri secara sukarela.

"Semua daftar, mereka mendaftarkan diri," ungkap Dedi di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (20/6/2019). 

Nama-nama tersebut tertuang dalam lampiran Surat Kapolri Nomor B/722/VI/KEP/2019/SSDM tertanggal 19 Juni 2019.

Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian pun berharap ada anggota Polri dalam jajaran komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) periode 2019-2023.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Hasanudin Aco
Sumber: Warta Kota
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas