Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Larangan Kemasan Plastik dan Pengenaan Cukai Dinilai Tidak Tepat Sasaran

Plastik kemasan produk industri, baik makanan, minuman, farmasi, minyak, kimia, dan sebagainya tidak dapat dipisahkan dari produk yang dikemasnya

Larangan Kemasan Plastik dan Pengenaan Cukai Dinilai Tidak Tepat Sasaran
istimewa
Rachmat Hidayat yang mewakili APINDO 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Peraturan pemerintah pusat dan daerah yang mengatur tentang sampah plastik dinilai tidak sesuai dengan Peraturan Perundangan Persampahan.

Di samping itu, juga tidak tepat sasaran karena akan merugikan masyarakat (konsumen).

Pelarangan itu juga bisa menurunkan pertumbuhan ekonomi, penyerapan tenaga kerja, dan penerimaan negara.

Ini benang merah acara Focus Gorup Discussion (FGD) bertema Pengembangan Industri Plastik Dengan Berorientasi Pada Lingkungan” di Jakarta belum lama ini.

Para pelaku industri produsen dan pengguna plastik yang tergabung dalam Forum Lintas Asosiasi Industri Produsen dan Pengguna Plastik (FLAIPPP) menolak peraturan pemerintah.

Rachmat Hidayat yang mewakili APINDO mengatakan plastik kemasan produk industri, baik makanan, minuman, farmasi, minyak, kimia, dan sebagainya tidak dapat dipisahkan dari produk yang dikemas di dalamnya.

“Jadi melarang peredaran plastik kemasan produk berarti melarang peredaran produk yang dikemas dalam plastik kemasan tersebut,” katanya.

Baca: Seperti Rokok, Cukai Kantong Plastik Jadi Pajak Tidak Langsung ke Konsumen

Persoalan utama sampah plastik di Indonesia sebenarnya adalah belum adanya pengelolaan yang baik.

"Padahal dari sisi peraturan perundangannya sebetulnya sudah sangat lengkap, dan tinggal impementasinya saja yang kurang," katanya. 

Pengaturan terhadap sampah itu harus mengacu pada UU Nomor 18 Tahun 2008, dan PP No.81 Tahun 2012 yang menggunakan pendekatan pengelolaan.

Halaman
123
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Eko Sutriyanto
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas