Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pemilu 2019

Tanggapi Permohonan Sengketa Pileg, KPU Siapkan Jawaban Sekitar 100 Kontainer

Dia menjelaskan, alat bukti berupa dokumen atau surat itu disesuaikan dengan permohonan yang diajukan pemohon.

Tanggapi Permohonan Sengketa Pileg, KPU Siapkan Jawaban Sekitar 100 Kontainer
Tribunnews/JEPRIMA
Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman (tengah) memimpin sidang perdana Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pileg 2019 untuk DPR dan DPRD Aceh didampingi Hakim MK Arief Hidayat dan Enny Nurbaningsih di Gedung MK Jakarta Pusat, Selasa (7/9/2019). Sidang perdana tersebut beragendakan pemeriksaan pendahuluan atau memeriksa kelengkapan dan kejelasan materi permohonan serta pengesahan alat bukti. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI telah mempersiapkan jawaban disertai alat bukti untuk menjawab permohonan sengketa perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) untuk pemilihan legislatif (Pileg) yang diajukan pemohon.

Komisioner KPU RI, Hasyim Asyari, mengatakan pihaknya telah mengajukan jawaban disertai alat bukti berupa dokumen atau surat kepada pihak Mahkamah Konstitusi (MK) untuk disidangkan.

"(Menyiapkan,-red) 100 kontainer. Kontainer maksudnya kotak. Kontainer box dokumen. Untuk pemerincian berapa? Kami tidak bisa menjelaskan," kata Hasyim, ditemui di Gedung MK, Senin (15/7/2019).

Dia menjelaskan, alat bukti berupa dokumen atau surat itu disesuaikan dengan permohonan yang diajukan pemohon.

Baca: Ponsel Vivo S1 akan Lahir 16 Juli 2019, Seperti Apa Spesifikasi dan Harga Smartphone, Ini Ulasannya

Dia mencontohkan, pemohon mendalilkan adanya penggelembungan suara di sejumlah tempat pemungutan suara (TPS).

Maka, untuk menjawab tudingan itu disertakan alat bukti berupa formulir C1 atau catatan hasil penghitungan suara di TPS.

Hasil penghitungan suara di TPS semula dicatat di formulir C1 plano, kemudian dipindahkan ke C1 kuarto yang ukurannya lebih kecil.

"Alat bukti berupa dokumen yang kami sampaikan itu tergantung dalil pemohon," ungkap Hasyim.

Dia menambahkan, penyampaian jawaban disertai alat bukti berupa dokumen dan surat itu diajukan dua hari sebelum pelaksanaan sidang berlangsung.

"Untuk sidang hari ini dimasukkan Kamis dan Jumat (pekan lalu,-red). Sidang besok (selasa,-red) paling lama (pengajuan bukti,-red) Jumat. Untuk hari rabu (besok,-red), hari senin ini terakhir. Surat atau dokumen tergantung dalil," tambahnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Hasanudin Aco
  Loading comments...

Berita Terkait :#Pemilu 2019

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas