Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Manuver Politik

Isu Gerindra Gabung Pemerintah, Kogasma Demokrat : Penting Seluruh Elemen Bangsa Bahu-membahu

"Dalam perspektif pelayanan publik, harus diakui berada dalam posisi eksekutif lebih efektif untuk memenuhi aspirasi masyarakat," kata Herzaky

Isu Gerindra Gabung Pemerintah, Kogasma Demokrat : Penting Seluruh Elemen Bangsa Bahu-membahu
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (kiri) berjabat tangan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) usai mengadakan pertemuan tertutup di kediaman Megawati Soekarnoputri, Jalan Teuku Umar, Jakarta, Rabu (24/7/2019). Pertemuan tersebut sebagai silaturahmi serta membahas berbagai persoalan bangsa. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri telah melakukan pertemuan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Teuku Umar, Rabu (24/7/2019) kemarin.

Pertemuan kedua tokoh bangsa tersebut memunculkan isu peluang Gerindra masuk ke dalam koalisi parpol pendukung pemerintah.

Baca: Megawati Bertemu Prabowo, PKS Masih Yakin Gerindra Tetap Jadi Oposisi

Tidak hanya Gerindra yang sempat diisukan berpotensi gabung dengan koalisi pendukung pemerintah, tetapi juga Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Demokrat.

Lalu bagaimana Demokrat menyikapi isu tersebut? 

Deputi Kogasma Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra menjelaskan posisi Demokrat saat ini masih berada dalam posisi partai yang memperjuangkan kepentingan rakyat, baik dari dalam ataupun dari luar pemerintahan.

"Partai Demokrat pernah punya pengalaman memerintah pada periode 2004-2014, juga punya pengalaman di luar pemerintahan pada periode 2014-2019," ungkapnya, Jumat (26/7/2019).

"Dalam perspektif pelayanan publik, harus diakui berada dalam posisi eksekutif lebih efektif untuk memenuhi aspirasi masyarakat," kata Herzaky.

Herzaky mengatakan, saat ini Indonesia menghadapi tantangan yang semakin berat.

Di dalam negeri, Herzaky menilai masih ada tantangan-tantangan yang dihadapi, seperti daya beli masyarakat, ketersediaan lapangan kerja, rasa aman, pemberantasan korupsi maupun lingkungan.

Di tataran global, lanjut Herzaky, ancaman perang dagang yang masih terus membayangi, meningkatnya kriminalitas lintas batas, tren migrasi yang terus menguat yang patut diantisipasi.

Begitu juga, kata Herzaky, dengan kondisi geopolitik yang harus dihadapi Indonesia.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
  Loading comments...

Berita Terkait :#Manuver Politik

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas