Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Prasetyo Edi: Pidato Megawati Bangkitkan Semangat Kader PDIP Hadapi Tantangan ke Depan

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyebut masih banyak tantangan yang harus dihadapi partai yang dipimpinnya ke depan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Prasetyo Edi: Pidato Megawati Bangkitkan Semangat Kader PDIP Hadapi Tantangan ke Depan
Tribunnews.com/Dennis Destryawan
Prasetyo Edi Marsudi. TRIBUNNEWS.COM/DENNIS DESTRYAWAN 

"Pak Prabowo terima kasih sudah hadir menghangatkan suasana kongres kami," ucap puteri Presiden pertama RI, Soekarno ini.

Baca: Pelaku Wirausaha Sosial di Indonesia Harus Terus Meningkatkan Intensitas untuk Berkumpul

Baca: Hasil Akhir Timnas U-18 Indonesia vs Timor Leste di Piala AFF U-18, Garuda Muda Menang Telak 4-0

Baca: Niat Puasa Idul Adha Besok Jumat dan Sabtu di Bulan Dzulhijjah 1440 H, Lengkap dengan Keutamaan

Ucapan Megawati ini pun disambut tepuk tangan peserta Kongres.

Berikut isi pidato Megawati secara lengkap:

Yang saya hormati,

- Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia 2014-2019, Bapak Presiden Joko Widodo dan Bapak Wakil Presiden Jusuf Kalla
- Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia terpilih 2019-2024, Bapak Joko Widodo dan Bapak Kyai Haji Ma’aruf Amin
- Kabinet Indonesia Kerja
- Senior Partai yang menjadi saksi perjuangan PDI Perjuangan
- Para Ketua Umum Partai
- Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’aruf Amin
- Tamu undangan dan rekan-rekan media

- Saudara-saudara utusan Kongres V Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang saya banggakan
- Kader-kader dan simpatisan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan di pelosok negeri yang saya banggakan dan cintai
- Saudara-saudara se-Bangsa dan se- Tanah air

Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala rahmat dan hidayah-Nya, kita dapat bertemu kembali di Pulau Dewata, tempat spirit keberagaman dan tradisi tetap terjaga. Selamat datang kader-kader partai, utusan resmi Kongres V PDI Perjuangan, yang bertema “Solid Bergerak untuk Indonesia Raya”.

Sebelum saya menyampaikan pidato politik, ijinkan saya sampaikan bela sungkawa mendalam atas wafatnya ulama sederhana, yang sepanjang hidupnya mengabdikan diri untuk mensiarkan Islam sebagai rahmat semesta alam, Islam yang mengalun indah dalam harmoni keberagaman Indonesia.

Selamat jalan Mbah Moen, Kyai Haji Maimoen Zubair, doa kami menghantar ke haribaanNya.

Rekomendasi Untuk Anda

Saudara-saudara,
Kajian dari Pusat Analisa dan Pengendali Situasi Partai PDI Perjuangan memperlihatkan satu fenomena disintegrasi yang muncul secara sistematis pada Pemilu 2019. Fenomena tersebut hampir saja mengoyak persatuan dan kesatuan bangsa.

Bagi PDI Perjuangan hal ini merupakan suatu isu serius yang tidak boleh diabaikan. Partai memiliki kesadaran penuh, bahwa persatuan dan kesatuan adalah syarat mutlak bagi suatu bangsa.

Tidak ada satu pun kebaikan yang dapat dicapai oleh bangsa ini, jika terjadi perpecahan, jika terjadi “perang saudara”. Atas pertimbangan tersebut, maka Kongres Partai diputuskan untuk dipercepat. Sikap politik Partai, langkah dan strategi Partai, terutama menyangkut upaya mencegah disintegrasi bangsa, harus diputuskan di dalam rapat tertinggi partai, yang dinamakan Kongres Partai.

Saudara-saudara,
Saya secara pribadi pun melakukan perenungan yang dalam atas fenomena disintegrasi pada Pemilu 2019. Saya teringat pesan Bung Karno dalam amanatnya pada tanggal 17 Agustus 1954, menjelang Pemilu Pertama 1955, yaitu:

“Dan, sebagai sudah kukatakan berulang- ulang, janganlah pemilihan umum ini nanti menjadi arena pertempuran politik demikian rupa, hingga membahayakan keutuhan bangsa. Gejala-gejala akan timbulnya pertajaman pertentangan-pertentangan antara kita, antara sesama kita telah ada, gejala-gejala akan karamnya semangat toleransi sudah muncul. Ai, tidakkah orang sadar, bahwa tanpa toleransi maka demokrasi akan karam, oleh karena demokrasi itu sendiri adalah penjelmaan daripada toleransi.”

Kader-kader PDI Perjuangan,
Resapi kata-kata Bung karno tersebut. Toleransi dan demokrasi adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan dalam 
berpolitik.

Jika sikap prilaku intoleransi kalian gunakan dalam kampanye pemilihan umum, maka demokrasi Pancasila yang kita cita-citakan akan musnah. Persatuan bangsa akan musnah. Kekuatan bangsa akan musnah. Kejayaan semangat gotong royong akan musnah. Dan, yang nanti tinggal hanyalah teror dan anarki, kekacauan dan kepedihan.

Ingat, tahun depan kita sudah memasuki kembali agenda Pemilihan Umum, yakni Pemilihan Kepala Daerah Serentak tahun 2020:

- Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur di 9 Provinsi
- Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati di
224 Kabupaten yang berada di 32 Provinsi
- Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota di 37 Kota yang berada di 18 Provinsi

Halaman 2/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas