Prasetyo Edi: Pidato Megawati Bangkitkan Semangat Kader PDIP Hadapi Tantangan ke Depan
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyebut masih banyak tantangan yang harus dihadapi partai yang dipimpinnya ke depan.
Penulis:
Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor:
Adi Suhendi
Pemilu 2019 telah usai, saatnya kita duduk bersama dalam semangat Pancasila, demokrasi melalui jalan musyawarah mufakat.
Saatnya kita bermusyawarah mencari cara agar Pancasila dapat dibumikan. Saatnya bermufakat menemukan jalan konkret untuk implementasi Pancasila, agar Pancasila dapat dirasakan dan dinikmati secara nyata oleh rakyat.
Dalam perspektif ideologis yang diajarkan Bung Karno kepada saya, Pancasila bukan suatu ideologi yang utopis. Pancasila adalah ideologi terbuka, yang kehadirannya dapat dirasakan oleh rakyat dalam wujud kesejahteraan dan keadilan sosial.
Karena itu, sudah saatnya Pancasila dijalankan dalam kebijakan pembangunan nasional di segala bidang kehidupan, baik itu dalam bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, mental dan spiritual, maupun dalam bidang
lingkungan hidup. Kebijakan pembangunan tersebut harus berdasarkan pada kebutuhan riil rakyat, dan dijalankan dengan memanfaatkan seluruh kekuatan dan potensi bangsa, melalui riset yang terencana, terarah dan terukur.
Saya sangat mengapresiasi satu undang- undang yang telah diputuskan bersama oleh Pemerintah dan DPR RI, yaitu Undang- Undang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.
Undang-Undang ini mematrikan kehendak kuat untuk melahirkan kebijakan pembangunan yang berlandaskan pada hasil riset ilmu pengetahuan dan teknologi, dengan berpedoman pada haluan ideologi Pancasila.
Artinya, Pancasila tidak hanya sebagai pedoman bagi kehidupan bermasyarakat, tetapi harus menjadi pedoman pula dalam perencanaan pembangunan nasional di segala bidang kehidupan.
Semoga peraturan turunan dari undang-undang ini segera lahir, sehingga Indonesia kembali memiliki haluan negara berdasarkan Ideologi Pancasila, sehingga pembangunan berjalan di atas rel ideologis, yang dapat dipertanggungjawabkan secara etis dan ilmiah, bukan sekadar memenuhi aspek kepatuhan atas prosedur formal teknokratis.
Kader-kader PDI Perjuangan,
Kongres adalah ruang musyawarah mufakat untuk merumuskan dan memutuskan strategi, yaitu berupa langkah konkret Partai untuk membuhul kembali rasa persaudaran dan semangat kebangsaan.
Itulah tanggung jawab yang kita pikul sebagai partai politik. Kongres akan memutuskan satu pedoman untuk melakukan evaluasi, sekaligus menjadi ajang konsolidasi Tiga Pilar Partai, yaitu kader partai yang ditugaskan di struktur, legislatif dan eksekutif. Kongres pun akan memutuskan satu pedoman interaksi politik antara partai dan pemerintah, untuk melahirkan sinkronisasi kebijakan politik pembangunan yang etis, ilmiah dan sekaligus ideologis, seperti telah saya sampaikan di atas.
Kader-kader partai,
Kongres V PDI Perjuangan bukan hanya untuk mencari jalan perubahan menuju perbaikan lahir. Partai ini tidak sekadar mencari “naiknya semangat”. Ingat, perubahan yang lahir setiap waktu bisa luntur, dan semangat pun setiap saat bisa luntur!
Berupayalah menemukan satu jalan perubahan yang lebih dalam daripada itu. Temukan jalan perubahan untuk menyongsong regenerasi di internal bangsa maupun global.
Untuk itu semua, Tiga Pilar Partai harus mampu mengukuhkan kristalisasi kesadaran politik ideologis yang sedalam-dalamnya. Kristalisasi itu harus masuk tulang, masuk sumsum, masuk pikiran, masuk rasa, masuk roh, masuk jiwa. Kristalisasi kesadaran ideologis tersebut dibutuhkan untuk menjadikan PDI Perjuangan sebagi partai pelopor.
PDI Perjuangan harus menjadi partai yang memiliki satu kedisiplinan penuh, satu disiplin ideologi, satu disiplin teori, satu disiplin tindakan dan satu disiplin gerakan.
Dengan kata lain, PDI Perjuangan harus menjadi satu partai ideologis yang solid.
Telah saya katakan berulangkali, “jika kita tidak solid, kita pasti akan kalah. Tetapi jika kita solid, setengah pertarungan politik telah kita menangkan dari awal!”
Karena itu, dalam tema kongres ditetapkan satu terminologi “solid bergerak”. Secara harfiah, solid berarti kuat, kokoh, padat, berisi. Gunakan imajinasi politik kalian, partai ini harus bergerak dalam kondisi solid. Solid bergerak sebagai partai yang berideologi Pancasila.
Tentu saja tidak mudah. Tetapi jangan mengeluh, karena keluh adalah tanda kelemahan jiwa. Banyak kesulitan yang harus kita hadapi sebagai partai politik.
Tetapi, perjalanan yang telah kita lampaui, membuktikan bahwa kita bisa survive. Selama kita solid, kita dapat mengatasi kesulitan-kesulitan itu. Yakinlah, selama kita solid untuk tidak pernah tinggalkan rakyat sebagai sumber dan sebagai tujuan politik, yakinlah kita tak akan pernah surut.
Haqqul yakin, ainul yakin “ada Bung Karno bersama kita”. Ada Bung Karno bersama kita, karena sesungguhnya kita berjuang dengan Pancasila untuk kemenangan rakyat, bangsa dan negara!
Terima kasih kepada seluruh rakyat Indonesia yang telah memberikan kepercayaan kepada PDI Perjuangan. Kepercayaan itulah yang membuat kami bangkit. Kader-kaderku, jangan ingkari kepercayaan rakyat.
Setialah pada sumbermu, setialah kepada rakyat sebagai sumbermu. Jadikan kesetiaan itu sebagai energi bagi PDI Perjuangan untuk membangkitkan semangat rakyat.
Bangkitlah banteng-banteng di seluruh tanah air. Bangkitlah seluruh rakyat Indonesia! Bangkit dengan jiwa Pancasila! Berderap serempak, bergerak serentak! Satukan jiwa pengabdian, mengabdi kepada Tuhan, mengabdi kepada Tanah Air, dan mengabdi pada bangsa. Solid Bergerak untuk Indonesia Raya, Indonesia yang sejati-jatinya merdeka!
Merdeka! Merdeka! Merdeka!
Wassalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh
Om Shanti Shanti Shanti Om.