Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Jawaban KSAD Andika Perkasa Atas Protes Warga Nduga yang Mengungsi Akibat Konflik Aparat dan KKB

jawabannya terkait hal tersebut berdasarkan aspek pembinaan dan bukan dalam konteks operasi karena yang berwenang untuk itu Mabes TNI.

Jawaban KSAD Andika Perkasa Atas Protes Warga Nduga yang Mengungsi Akibat Konflik Aparat dan KKB
Tribunnews/JEPRIMA
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa saat akan memberikan keterangan terkait polemik taruna Akademi Militer (Akmil) Enzo Zenz Allie di Mabes TNI Angkatan Darat, Jakarta Pusat, Selasa (13/08/2019). TNI AD menyatakan tetap mempertahankan Enzo sebagai taruna Akmil, setelah yang bersangkutan menjalani tes lanjutan dan memperoleh hasil indeks moderasi bernegara sebesar 84 persen. Tribunnews/Jeprima 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa menanggapi terkait dengan kabar banyaknya warga Kabupaten Nduga yang trauma dengan aparat sehingga memilih mengungsi akibat konflik militer dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Andika menegaskan, jawabannya terkait hal tersebut berdasarkan aspek pembinaan dan bukan dalam konteks operasi karena yang berwenang untuk itu Mabes TNI.

Andika mengatakan, jika memang warga di sana komplain karena apa yang dilakukan oleh pihak TNI AD, maka pihaknya memiliki keinginan untuk memperbaiki diri selama alasan mereka menyatakan keberatan logis dan realistis.

Baca: PROFIL Lengkap Jenderal Andika, KSAD yang Berani Pasang Badan untuk Enzo Zenz Allie

Hal itu disampaikannya di Markas Besar Angkatan Darat Jakarta Pusat pada Selasa (13/8/2019).

"Yang jelas kalau memang mereka komplain kalau kita melakukan apa, kita pun punya keinginan, good will, untuk memperbaiki diri. Tapi kalau memang tidak ada apa-apa kemudian juga mereka terus komplain. Ya harus ada dasarnya dong. Harus realistis dan logis saja. Apa yang sudah kami lakukan di sana, apa keberatan mereka, dan seterusnya," kata Andika.

Baca: Patok BIG Terpasang di Sotek Penajam Paser Utara, Warga Menduga Patok Penanda Ibu Kota Baru RI

Baca: Barbie Kumalasari Tanggapi Psikis Anak Galih Ginanjar, Kakak Fairuz: Hati-hati loh Kalo Ngomong

Baca: Ratu Sosialita Sumsel Tilap Rp 2,1 M demi Gaya Hidup: Suami Sopir Bergaji Rp 1,5 Juta Ikut Adukan

Baca: Ratu Sosialita Sumsel Tilap Rp 2,1 M demi Gaya Hidup: Suami Sopir Bergaji Rp 1,5 Juta Ikut Adukan

Ia pun menegaskan, kehadiran TNI Angkatan Darat di Nduga sama seperti kehadiran pihaknya sama seperti kehadiran pihaknya di tempat lain.

"Yang jelas kami hadir di sana sama seperti di tempat lain kok. Tidak kemudian kami di sana melakukan tindakan yang berbeda. Sama sekali tidak," kata Andika.

Diberitakan sebelumnya, Konflik akibat kontak senjata antara aparat TNI polri dengan kelompok kriminal bersenjata pimpinan Egainus Kogoya di Distrik Yal Kabupaten Nduga pada 26 Februari 2019 menyebabkan warga di Distrik Mbua, Yal, Yigi, Mapenduma, Nikuri, dan Mbulmu Yalma mengungsi.

Sosok Egianus Kogoya (dilingkari) yang dianggap TNI/Polri sebagai orang yang paling bertanggungjawab terhadap berbagai aksi penembakan di Kabupaten Nduga, Papua.
Sosok Egianus Kogoya (dilingkari) yang dianggap TNI/Polri sebagai orang yang paling bertanggungjawab terhadap berbagai aksi penembakan di Kabupaten Nduga, Papua. (IST)
Halaman
1234
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Gita Irawan
Editor: Hendra Gunawan
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas