Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Konsep Pertahanan dan Keamanan Indonesia Harus Diperkuat

Ketua Umum DPP Perkumpulan Gerakan Keadilan (PGK), Bursah Zarnubi, mengaku optimistis terhadap periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Konsep Pertahanan dan Keamanan Indonesia Harus Diperkuat
Tribunnews.com/Glery
Simposium "Pemilu 2019 Dan Kualitas Demokrasi Indonesia" di Aula Perpustakaan Nasional Jakarta Pusat, Kamis (14/8/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum DPP Perkumpulan Gerakan Keadilan (PGK), Bursah Zarnubi, mengaku optimistis terhadap periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Menurut dia, Indonesia mempunyai modal untuk masuk jajaran empat besar dunia asalkan memperkuat keamanan dan pertahanan.

"Tidak mungkin, kami masuk empat besar negara di dunia kalau tidak ada konsep keamanan dan pertahanan," kata Bursah, saat menjadi pembicara Simposium "Pemilu 2019 Dan Kualitas Demokrasi Indonesia" di Aula Perpustakaan Nasional Jakarta Pusat, Kamis (14/8/2019).

Baca: Gelar Sidang PHPU, MK Raih Sejumlah Penghargaan

Baca: PPP Setuju Gerindra Gabung Paket MPR tapi . . .

Baca: KPK Yakin Dirut Angkasa Pura II Tahu Proyek BHS Bermasalah

Pada saat ini, kata dia, Indonesia berada di tahap transisi. Untuk itu, dia menegaskan, agar menjaga dan memperkokoh persatuan dan kesatuan. Apabila tidak menjaga kekompakan antar anak bangsa maka sulit mencapai konsolidasi.

"Demokrasi itu mendorong sirkulasi elit, dalam satu konteks supaya untuk menghindari konflik yang tidak diinginkan, menghindari gontok-gontokan. Jadi, demokrasi itu harus membuat sirkulasi elit yang berdadab," ujarnya.

Dia mengharapkan pemerintahan baru ini membuat kabinet yang siap menghadapi tantangan di indonesia. Salah satunya mempersempit kesenjangan antara kaya miskin.

"Saya berharap lima tahun ke depan kesenjangan bisa dikurangi. Indonesia stabil, kesenjangan bisa dikurangi, paling tidak lima tahun pertumbuhan ekonomi kita paling tidak 5,5%," tambahnya.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Malvyandie Haryadi
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas