Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

KBRI Kuala Lumpur Akan Minta Akses Kekonsuleran Periksa Kondisi 37 WNI yang Diduga Imigran Gelap

KBRI Kuala Lumpur masih menunggu notifikasi resmi pemerintah Malaysia menyusul tertangkapnya 37 WNI yang diduga imigran gelap.

KBRI Kuala Lumpur Akan Minta Akses Kekonsuleran Periksa Kondisi 37 WNI yang Diduga Imigran Gelap
TribunnewsBogor.com/Mohamad Afkar Sarvika
Ilustrasi. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur masih menunggu notifikasi resmi pemerintah Malaysia menyusul tertangkapnya 37 WNI yang diduga imigran gelap.

Disampaikan pula, KJRI segera meminta akses kekonsuleran untuk memeriksa kondisi terkini para WNI yang diketahui ditangkap dalam operasi imigrasi Malaysia pada Jumat dini hari waktu setempat.

Hal itu disampaikan, pelaksana tugas harian (plh) Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu RI, Joedha Nugraha.

Baca: Seorang Pria di Makassar Tega Memperkosa Anak Majikannya, Ditembak Polisi saat Coba Melarikan Diri

Baca: Download Lagu MP3 Cinta Karena Cinta dari Judika, Lengkap Beserta Lirik dan Video Klipnya!

Baca: KPK Kantongi Rekam Jejak Negatif Para Calon Pimpinan Jilid V

Baca: PON 2020 Papua Diundur? Menpora: Kendala Tidak Ada Kaitannya Dengan Keamanan

"Hingga saat ini KBRI belum menerima notifikasi resmi dari Pemerintah Malaysia terkait penangkapan tersebut. KBRI akan meminta akses kekonsuleran untuk memeriksa kondisi para WNI tersebut," ujar Joedha melalui pesan singkatnya, Jumat (23/8/2019).

Dikabarkan media setempat Bernama, pada hari ini bahwa otoritas imigrasi Malaysia menggerebek sebuah permukiman ilegal yang dibangun di kawasan hutan Segambut Dalam.

Permukiman ilegal itu diketahui ditinggali lebih dari 100 imigran asing.

Pembangunan permukiman ilegal itu diperkirakan telah berlangsung dalam 3 tahun terakhir ini.

Sedikitnya 80 imigran ilegal termasuk puluhan warga negara Indonesia (WNI) ditahan usai operasi itu.

Penggerebekan itu berlangsung selama empat jam, dimulai sekitar pukul 01.30.

Halaman
123
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Adi Suhendi
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas