Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pentingnya Peran Milenial Dalam SDM Iptek untuk Hadapi Revolusi Industri 4.0

Indonesia kini dihadapkan pada era revolusi industri 4.0, tentunya banyak faktor yang harus disiapkan, satu diantaranya pembangunan S

Pentingnya Peran Milenial Dalam SDM Iptek untuk Hadapi Revolusi Industri 4.0
BPJSTK
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, BALI - Indonesia kini dihadapkan pada era revolusi industri 4.0, tentunya banyak faktor yang harus disiapkan, satu diantaranya pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM).

Hal itu menjadi salah satu fokus visi Indonesia yang disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu, sekaligus fokus dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

Pembangunan SDM itu juga turut menyasar para generasi milenial yang diharapkan mampu menjadi salah satu pilar dalam mendorong keberhasilan Indonesia untuk bersaing secara global.

Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza mengatakan bahwa sebagai bagian dari SDM, para milenial ini harus bisa menguasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek).

Karena Iptek diyakini mampu membuat mereka memiliki kompetensi untuk menghadapi revolusi industri 4.0.

Baca: Peluang Mulan Jameela Jadi Anggota DPR Usai Menangi Gugatan, Kata KPU hingga Respons Gerindra

Baca: Daftar Harga HP Terbaru Bulan Agustus 2019 : Xiaomi hingga Samsung

Pernyataan tersebut ia sampaikan di sela menghadiri Pameran RITECH dalam rangkaian Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-24 yang digelar di Lapangan Renon Puputan, Denpasar, Bali, Minggu (25/8/2019).

"Menghadapi era Industri 4.0, generasi milenial Indonesia harus menjadi SDM yang hebat. Karena pada era 4.0, industri yang menjadi lapangan kerja, menuntut produktivitas yang tinggi, efisien dan efektif. Tentu itu semua menuntut SDM yang siap menjadi penerap teknologi yang terkini," ujar Hammam.

Mantan Deputi Bidang Teknologi Pengembangan Sumber Daya Alam (TPSA) BPPT itu kemudian menekankan bahwa Peringatan Hakteknas merupakan momentum dalam menumbuhkan kembali kesadaran masyarakat terkait pentingnya Iptek.

"Saya tekankan itu ya peringatan Hakteknas, mari kita resapi guna menyadarkan pentingnya teknologi," jelas Hammam.

Oleh karena itu, untuk mewujudkan 'Indonesia Emas', SDM Iptek sangat diperlukan.

Selain itu, faktor pendukung lainnya seperti inovasi, kreativitas serta kecepatan juga diperlukan untuk mengejar ketertinggalan negara ini dari negara lainnya.

Seperti yang diharapkan Presiden Jokowi bahwa Indonesia harus menjadi negara yang kompetitif.

"Kita harus bergerak cepat, mengejar ketertinggalan, SDM Iptek lah kunci menuju Indonesia Emas," kata Hammam.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Jabar
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas