Kebohongan Aulia Kesuma Diungkap Kakak Pupung: Dia Ngaku Yatim Piatu dan Korban 98
Kakak kandung Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili, Asoka Wardhana blak-blakan mengungkap kebohongan sang adik ipar, Aulia Kesuma selama ini.
Editor: Malvyandie Haryadi
Bahkan saat menikah dengan Pupung Sadili, Aulia Kesuma dinikahkan oleh wali hakim.
"Pas pernikahan, dia memanggil wali hakim untuk dinikahi, saya jadi saksi dari pihak adik saya karena orangtua kami sudah tidak ada," jelasnya.
Untuk Geovanni Kelvin dan Angel, ia mengaku kalau keluarganya selama ini mengetahui kalau mereka adalah keponakan Aulia Kesuma.
"Yang saya tahu pada awalnya dia membawa dua keponakannya namanya Kevin dan Angel, saya ingat waktu mereka berdua ke rumah itu dengan celana pendek, masih kecil, demikian juga Angel masih kecil, sama-sama ke rumah, dia bilang itu ponakannya, karena dia bilang korban 98 dan dia bilang yang terselamatkan cuma bertiga jadi tidak punya keluarga lagi, itu yang saya tahu dari awal," ungkapnya.
Ia pun tak menyangka kalau keluarga besarnya telah dibohongi oleh Aulia Kesuma selama ini.
"Saya mengetahuinya justru dari media, kalau Kevin ini diakui sebagai anak kandung si pelaku, dan kami pikir betapa bodohnya kami dibohongi 10 tahun bahwa Kevin itu ternyata adalah anak sesungguhnya," ujarnya dengan suara bergetar.
Aulia Sebut Suber Cekcok adalah Dana
Aulia Kesuma (AK), tersangka yang jadi dalang pembunuhan suaminya - Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54)- dan anak tirinya M Adi Pradana alias Dana (23), mengatakan suaminya itu tidak bekerja.
Aulia Kesuma juga mengaku, mereka sering bertengkar karena hal-hal sepele.
Menurut Aulia Kesuma, Edi tidak memiliki pekerjaan sejak mereka menikah tahun 2011.
Pembunuhan tersebut terjadi di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, pada 24 Agustus lalu.
Dalam wawancara di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (3/9/2019), Aulia menyebutkan, dirinya harus membayar utang senilai Rp 10 miliar dari usahanya sendiri.
"Pak Edi itu orangnya enggak pernah kerja. Memang saya yang harus menanggung utangnya itu. Sedangkan dia enggak mengerti sama sekali, dia enggak pernah ada niat untuk mencari kerja," kata Aulia Kesuma sambil terisak menahan tangis.
Aulia Kesuma sempat stres dan memiliki niat untuk bunuh diri karena harus membayar cicilan sebesar Rp 200 juta per bulan.
Aulia Kesuma telah berhutang ke dua bank sejak tahun 2013. Uang hasil pinjaman itu digunakan untuk membuka usaha restoran.