Saat Kakek Mulyono Menyemangati Mahasiswa Aksi di Depan Gedung DPR
Kehadirannya kemudian disambut baik oleh massa yang sedang berorasi dengan membuka jalan untuk Mulyono.
Editor: Rachmat Hidayat
Laporan wartawan tribunnews.com, Lusius Genik
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-Seorang kakek tua namanya Mulyono (70). Ia terlihat ikut aksi unjuk rasa mahasiswa dan massa tani di depan gedung DPR/MPR RI, Selasa (24/9/2019). Mulyono, memacu sepeda ontel yang melantunkan lagu Indonesia Raya, menghampiri kerumunan massa yang sedang berorasi.
Kehadirannya kemudian disambut baik oleh massa yang sedang berorasi dengan membuka jalan untuk Mulyono.
Baca: Massa Mahasiswa Mencoba Masuk Ke Halaman Gedung DPR
Pria tua yang mengaku memacu sepedanya dari hotel Ambhara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan itu sempat mengelilingi mobil orasi. "Saya orang jalan. Saya datang memberikan dukungan kepada anak-anak (mahasiswa)," ujarnya saat didekati.
Mulyono mengaku kesal dengan Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). Dia kesal karena menurutnya, janji-jani kampanye Jokowi tidak dirasakan olehnya secara langsung.
Baca: Demo Mahasiswa di DPRD Sulsel Ricuh, Polisi Tembakkan Gas Air Mata
"Pemerintah (saat ini) jahat. Saya hidup sendiri dan tidak punya rumah. Semoga (tuntutan) anak-anak ini sukses," ujarnya.
Setelah memberikan keterangan, Mulyono kembali memacu sepedanya mengelilingi kerumunan. Sempat juga sejumlah massa aksi mengajak Mulyono, yang kehadirannya sangat ikonik, berswafoto.
Baca: Ketua BEM UI Lantang Sebut Dewan Pengkhianat Rakyat, Respon Yenny Wahid : Hidup Mahasiswa !
Pagi harinya, gerakan Kesatuan Rakyat dan Gerakan Mahasiswa sudah berkumpul di depan gedung DPR/MPR. Massa aksi yang tergabung dari elemen mahasiswa dan rakyat mulai berorasi sejak pagi. Tuntutannya sama,meminta DPR untuk tidak mensahkan RUU yang dianggap tidak pro rakyat.
Terlihat juga sejumlah spanduk bertuliskan pesan-pesan rakyat yang merasakan penderitaan, khususnya dari petani dan buruh. "UU Sumber daya air belum berpihak kepada petani," dan "Wujudkan upah layak nasional."
Massa aksi siang ini menyatakan mereka menderita, terdampak regulasi-regulasi yang tidak memihak kepada rakyat.
Mereka mengungkapkan, penderitaan yang dialami rakyat membuat semua elemen masyarakat bergabung dan menuntut keadilan.
Baca: Seluruh Direksi Perum Perindo Ditangkap KPK, Kementerian BUMN Siap Kooperatif
"Dalam memperjuangkan reformasi, tidak ada sekat. Itu alasan kami (mahasiswa dan rakyat) bergabung, perjuangkan rakyat," ucap orator Kesatuan Perjuangan Rakyat (KPR).
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.