Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Korupsi KTP Elektronik

Miryam S Haryani Bantah Diminta untuk Cabut BAP

Salah satunya dengan meminta keterangan dari mantan anggota DPR RI, Miryam S Haryani. Namun, Miryam membantah mengenal Anton Tofik.

Miryam S Haryani Bantah Diminta untuk Cabut BAP
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Mantan anggota Komisi II DPR Miryam S Haryani meninggalkan gedung KPK usai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Selasa (5/6/2018). Politisi Partai Hanura itu diperiksa KPK sebagai saksi dalam kasus korupsi proyek pengadaan KTP elektronik dengan tersangka Irvanto Hendra Pambudi dan Made Oka Masagung. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Terdakwa Markus Nari meminta bantuan Anton Tofik, pengacara, untuk merintangi proses hukum perkara korupsi proyek Pengadaan Paket Penerapan Secara Nasional KTP-Elektronik Tahun 2011-2012.

Majelis hakim pengadilan tindak pidana korupsi Jakarta mencoba menelusuri sampai sejauh mana Markus Nari melalui Anton Tofik merintangi proses hukum tersebut.

Salah satunya dengan meminta keterangan dari mantan anggota DPR RI, Miryam S Haryani. Namun, Miryam membantah mengenal Anton Tofik.

Majelis hakim menanyakan mengenai pertemuan antara Anton Tofik dengan Miryam S Haryani di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan.

Selain itu, turut ditanyakan mengenai keinginan Markus Nari untuk menjamin keluarga Miryam S Haryani, apabila bersedia mencabut keterangan di persidangan perkara tindak pidana korupsi KTP Elektronik atas nama Irman dan Sugiharto.

Baca: JK Menyebut Subsidi Bukan Upaya Satu-satunya Atasi Kemiskinan

"Pernah dengan terdakwa akan menjamin kehidupan keluarga ibu jika tidak mengungkapkan?" tanya hakim.

Namun, politisi Partai Hanura itu mengaku tidak pernah mengetahui mengenai hal tersebut.

"Tidak pernah sama sekali," kata Miryam.

Selain bertemu di pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan, Anton Tofik pernah bertemu dengan Miryam di kantor advokat Elza Syarief, di wilayah Jakarta Pusat, pada 17 Maret 2017.

Miryam sempat menanyakan kepada Anton Tofik, “Mana BAP saya?” Kemudian Anton Tofik menyerahkan fotokopi BAP atas nama Miryam S. Haryani yang sudah ditandai dengan stabilo kuning dan ditulis “dicabut” tersebut.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...

Berita Terkait :#Korupsi KTP Elektronik

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas