Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kabinet Jokowi

Nasdem Ingatkan Bangkitnya Parlemen Jalanan jika Gerindra Gabung Pemerintah

Irma mengingatkan parlemen jalanan berpotensi mencuat jika tidak ada oposisi yang seimbang dari partai di parlemen.

Nasdem Ingatkan Bangkitnya Parlemen Jalanan jika Gerindra Gabung Pemerintah
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Presiden Joko Widodo berjabat tangan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto usai mengadakan pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (11/10/2019). Pertemuan tersebut membahas berbagai isu di Indonesia diantaranya pemindahan ibu kota, isu ekonomi hingga pertahanan negara. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua DPP Partai Nasdem, Irma Suryani Chaniago, menilai sebaiknya Partai Gerindra tetap menjadi oposisi pemerintah.

Menurut Irma, jika bergabung ke koalisi pendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), fungsi kontrol dari partai oposisi bakal hilang.

"Check and balance itu penting. Kenapa? Karena pemerintah yang kuat, pemerintah yang bijak dan bermanfaat untuk rakyat adalah pemerintah yang tidak zalim. Nah untuk menjadi tidak zalim, maka pemerintah itu harus didampingi oleh oposisi," ujar Irma di D'consulate, Jakarta Pusat, Sabtu (12/10/2019).

Irma mengingatkan parlemen jalanan berpotensi mencuat jika tidak ada oposisi yang seimbang dari partai di parlemen.

Baca: Menkeu Sri Mulyani Berharap Lingkungan Kerja Mendukung Kesetaraan Gender

Dirinya menyinggung demonstrasi mahasiswa yang terjadi saat menolak revisi UU KPK dan KUHP karena kurangnya kontrol dari parpol oposisi di parlemen.

"Ini akan menjadi parlemen jalanan lho nanti kalau semuanya ada di pemerintah," tutur Irma.

"Parlemen jalanan itu kalau seluruh parpol masuk dalam pemerintah, yang jadi check and balance siapa? Maka yang jadi check and balance dilakukan rakyat, seperti yang dilakukan mahasiswa kemarin. Nanti mahasiswa dan masyarakat jadi oposisi bagi pemerintah, itu berbahaya," pungkas Irma.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...

Berita Terkait :#Kabinet Jokowi

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas