Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Momen Lucu serta Momen Haru saat Sertijab Nadiem Makarim di Kemendikbud

Sertijab Nadiem makarim sebagai Mendikbud menuai beragam reaksi, dari momen lucu sampai momen haru. dari panggilan mas hingga lupa ajudan sendiri.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Inza Maliana
Editor: Tiara Shelavie
zoom-in Momen Lucu serta Momen Haru saat Sertijab Nadiem Makarim di Kemendikbud
Tribunnews/Jeprima
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim memberikan kata sambutan usai serah terima jabatan (sertijab) di Gedung Kemendikbud, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (23/10/2019). Nadiem Makarim resmi ditunjuk Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, dan Pendidikan Tinggi (Mendikbud Dikti) pada Kabinet Indonesia Maju 2019-2024. Tribunnews/Jeprima 

"Saya suka ditanya baik dari media maupun orang, apa sih rencana seratus harinya Pak Nadiem,"

"Saya bilang pertama mohon jangan dipanggil 'Pak Nadiem', 'Mas Nadiem' saja," katanya dengan tertawa.

Tidak hanya momen lucu saja yang ada dalam sertijab, momen haru pun terjadi saat ia menjelaskan mengenai rencana 100 hari pertama yang akan duduk dan mendengar para pakar pendidikan.

"Saya disini bukan menjadi guru, tapi saya menjadi murid dan mulai dari nol di pendidikan dan saya akan belajar sebanyak-banyaknya selama ini," ujar Nadiem dengan serius. 

 Nadiem juga mengungkapkan bahwa ia meminta satu hal kepada jajaran di kementerian.

"Mohon sabar dengan saya, walaupun saya bukan dari latar belakang pendidikan tapi saya murid yang cukup baik," ujar Nadiem sambil tersenyum.

Momen haru berikutnya adalah prinsip yang ia tekankan, prinsipnya untuk menjadikan asas gotong royong dalam perjalanan memajukan pendidikan dan kebudayaan.

Rekomendasi Untuk Anda

“Gotong royong benar-benar hal unik di Indonesia, bagian dari adat kita dari dulu sampai sekarang. Asas gotong rotong ini akan jadi kata kunci dalam perjalanan kita bersama,” tuturnya.

Menurutnya, nilai dari asas gotong royong akan dibawa ke dalam semua aktivitas di kementerian, baik saat berinteraksi dengan sesama menteri di Kabinet Indonesia Maju, dengan guru, hingga saat berhubungan dengan pemerintah daerah. (*)

(Tribunnews.com/Inza Maliana)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas