Soal Pemintan Maaf Jokowi ke Parpol, Puan Maharani: Membangun Bangsa Nggak Harus di Kabinet
Ketua DPR RI Puan Maharani tanggapi permohonan maaf Jokowi, Puan tegaskan hanya orang yang memiliki kapasitas dan kapabilitas bisa jadi menteri
Editor: Tiffany Marantika Dewi

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) pada, Sabtu (26/10/2019) lalu menyampaikan permohonan maafnya kepada orang-orang tidak mendapat kursi di Kabinet Indonesia Maju.
Pemintaan maaf tersebut terkait banyaknya parpol pendukung yang tak kebagian jatah menteri.
"Nama yang masuk lebih dari 300 orang, padahal jumlah menterinya hanya 34 orang," ucap Jokowi saat membuka Musyawarah Besar X Pemuda Pancasila yang digelar di Lagoon Garden, Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (26/10/2019).
"Oleh sebab itu saya sadar mungkin yang senang atau yang gembira karena terwakili di kabinet itu hanya 34 orang yang dilantik," katanya yang dikutip TribunWow.com dari YouTube Sekretariat Presiden.
"Jadi saya mohon maaf tidak bisa mengakomodir semuanya, karena ruangnya hanya 34," tambahnya.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Puan Maharani turut menanggapi permohonan maaf Jokowi tersebut.
Mulanya, Puan yang ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta menyetujui soal pembangunan negara harus dilakukan bersama.
"Dalam membangun bangsa ini memang harus dilakukan bersama," kata Puan yang dikutip TribunWow.com dari tayangan YouTube Berita Satu, Senin (28/10/2019).
Puan kemudian menjelaskan dirinya memahami bahwa tidak semua orang bisa mendapat jatah di Kabinet Indonesia Maju.
Ia menambahkan, orang-orang yang telah terpilih untuk masuk ke kabinet tidak serta merta dilantik hanya untuk mengisi kabinet.