Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Soal Kabar Susi Pudjiastuti dan Ignasius Jonan Masuk BUMN, Arya Sinulingga Beri Penjelasan

Susi Pudjiastuti dan Ignasius Jonan dikabarkan akan masuk ke BUMN. Arya Sinulingga berikan penjelasan terkait kabar yang beredar.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Widyadewi Metta Adya Irani
zoom-in Soal Kabar Susi Pudjiastuti dan Ignasius Jonan Masuk BUMN, Arya Sinulingga Beri Penjelasan
Tribunnews.com Irwan Rismawan / Reza Deni / Jeprima
Arya Sinulingga menanggapi kabar rencana diangkatnya Susi Pudjiastuti dan Ignasius Jonan di BUMN. 

TRIBUNNEWS.COM - Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Arya Sinulingga menanggapi kabar terkait pengangkatan mantan Menteri Kelautan Susi Pudjiastuti dan mantan Menteri ESDM Ignasius Jonan di BUMN.

Saat ditanya soal kebenaran kabar yang beredar belakangan ini, Arya Sinulingga justru menanyakan darimana asal informasi tersebut.

"Informasi darimana, ya?" Tanya Arya saat dihubungi Tribunnews.com, Selasa (26/11/2019).

Arya belum dapat memastikan apakah nama-nama tersebut akan resmi masuk ke BUMN.

Ia meminta masyarakat untuk menunggu hasilnya terlebih dahulu.

"Nanti lihat saja lah bagaimana hasilnya, apakah nama-nama mereka akan ada atau tidak," kata Arya.

Stafsus BUMN Arya Sinulingga di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Senin (25/11/2019).
Stafsus BUMN Arya Sinulingga di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Senin (25/11/2019). (Reza Deni/Tribunnews.com)

Arya menjelaskan, Kementerian BUMN akan melaksanakan evaluasi pada seluruh BUMN secara bertahap.

Rekomendasi Untuk Anda

Untuk saat ini, baru sebagian BUMN yang telah dievaluasi oleh Kementerian BUMN.

"Memang kan belum semua BUMN kita evaluasi, kan ini bertahap evaluasinya," jelasnya.

Arya menyebutkan, untuk tahap pertama, Kementerian BUMN telah mengevaluasi lima BUMN.

Diketahui, kelima BUMN tersebut di antaranya yaitu Pertamina, PLN, Inalum, Mandiri, dan BTN.

"Belum semua BUMN kami evaluasi, kan ini bertahap evaluasinya."

"Tahap pertama, lima BUMN dulu baru berikutnya akan dilakukan tahap semua BUMN," ungkap Arya.

Sementara itu, dilansir Kompas TV, Arya menyampaikan saat ini Kementerian BUMN tengah berupaya mencari komisaris yang memiliki karakter kepemimpinan yang kuat.

Untuk mengoptimalkan peran komisaris di BUMN, Arya menyebutkan, kementeriannya juga akan mencari dari kalangan mantan wakil menteri maupun mantan menteri. 

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas