Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Soal Kasus Gus Muwafiq, MUI: Cukuplah Menjadi Pelajaran Bagi Semua Pendakwah

Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis meminta agar kasus yang menyangkut Gus Muwafiq belakangan ini menjadi pelajaran bagi se

Soal Kasus Gus Muwafiq, MUI: Cukuplah Menjadi Pelajaran Bagi Semua Pendakwah
Kolase Tribunews/Istimewa
Soal Kasus Gus Muwafiq, MUI : Cukuplah Menjadi Pelajara Bagi Semua Pendakwah 

Soal kasus Gus Muwafiq, MUI : Cukuplah menjadi pelajaran bagi semua pendakwah

TRIBUNNEWS.COM - Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis meminta agar kasus yang menyangkut Gus Muwafiq belakangan ini menjadi pelajaran bagi semua pihak.

Menurutnya, pelaporan Gus Muwafiq ke polisi terkait potongan isi ceramah yang dianggap menghina Nabi Muhammad tak perlu dilanjutkan.

Ia menilai permintaan maaf dari Gus Muwafiq cukuplah menjadi pelajaran bagi semua pihak agar lebih berhati-hati kepedannya ketika berbicara.

Cholis berpendapat, tak mungkin seorang ustad membenci Rasulullah, karena pasti seorang ustaz mencintai Rasulnya.

"Dan saya yakin seyakinnya, tak mungnlah ustad itu membenci Rasulullah, kjarena iustad itulah pasti mencintai Rasul," ujar Cholis saat berbicara di Program Kompas Petang, Selasa (3/12/2019).

Ia meminta kepada pendakwah agar lebih berhati hati ketika menyampaikan ceramah dan tak membuat publik salah paham.

Pendakwah KH Ahmad Muwafiq atau Gus Muwafiq disebut sebagian kalangan telah menghina Nabi Muhammad SAW melalui ceramahnya di Purwodadi. Menghadapi tuduhan itu, Gus Muwafiq segera menyampaikan permintaan maaf serta klarifikasi melalui Instagram @gus.muwafiq, Senin (2/12/2019).
Pendakwah KH Ahmad Muwafiq atau Gus Muwafiq disebut sebagian kalangan telah menghina Nabi Muhammad SAW melalui ceramahnya di Purwodadi. Menghadapi tuduhan itu, Gus Muwafiq segera menyampaikan permintaan maaf serta klarifikasi melalui Instagram @gus.muwafiq, Senin (2/12/2019). (Instagram/@gus.muwafiq)

"Ini menjadi pelajaran bagi kita semua khususnya para dai, hendaklah yang menjadi diskusi-diskusi di ranah pribadi,

wilayah individu, wilayah terbatas jangan sampai dibawa ke ranah umum yang memungkinkan orang-orang umum publik umum menjadi salah paham,"

Lebih lanjut, menurutnya, bagi Gus Muwafiq dan bagi pendakwah cukuplah kedepannya berhati-hati berbicara di publik, bicara yang pasti dan tidak menimbulkan kesalahpahaman dan memilih diksi yang mudah dicerna oleh publik.

Halaman
123
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Arif Tio Buqi Abdulah
Editor: bunga pradipta p
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas