Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Banjir Jakarta

Terseret Arus, Penyebab Tertinggi Korban Meninggal Dunia Akibat Banjir Jabodetabek

Agus Wibowo mengatakan, data tersebut dikumpulkan dari Pusat Krisis Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, BPBD, TNI, POLRI, dan sumber lainnya.

Terseret Arus, Penyebab Tertinggi Korban Meninggal Dunia Akibat Banjir Jabodetabek
Alex Suban/Alex Suban
Kawasan permukiman di Ciledug Indah tergenang banjir Kamis (2/1/2020). Kawasan permukiman ini tergenang akibat luapan Kali Angke. Warta Kota/Alex Suban 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sekurangnya 17 dari 30 jiwa yang meninggal akibat banjir yang melanda Jabodetabek sejak Rabu (1/1/2020) hingga hari ini Kamis (2/1/2020) diakibatkan terseret arus.

Kapusdatinkom BNPB Agus Wibowo mengatakan, data tersebut dikumpulkan dari Pusat Krisis Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, BPBD, TNI, POLRI, dan sumber lainnya.

"Sampai dengan pukul 21.00 WIB jumlah korban meninggal akibat banjir adalah 30 orang. Sebanyak 17 orang meninggal karena terseret arus banjir, lima orang tertimbun longsor, lima orang tersengat listrik dan tiga orang hipotermia," kata Agus dalam keterangan resmi BNPB pada Kamis (2/1/2020).

Agus mengatakan, korban meninggal terbanyak berada di Kabupaten Bogor yakni 11 orang, di Jakarta Timur 7 orang, Kota Bekasi dan Kota Depok masing-masing tiga orang, dan untuk Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Kabupaten Bekasi, Kota Bogor dan Kota Tangerang masing-masing satu orang.

Agar tidak timbul korban lebih banyak lagi maka Kepala BNPB Doni Monardo juga mengimbau agar warga yang rumahnya masih terendam cukup dalam dan masih bertahan di rumah segera evakuasi ke tempat aman.

Namun Doni mengatakan jika kondisi banjir sudah surut maka warga terdampak boleh kembali ke rumah msing-masing.

"Utamakan keselamatan jiwa terlebih dahulu dibanding harta," kata Doni.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Gita Irawan
Editor: Malvyandie Haryadi
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas