Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kemenpan RB: Jumlah Tenaga Honorer Lolos Seleksi CPNS Lebih Banyak Dibanding Pelamar Umum

Dari jumlah persentase keduanya kurang lebih adalah 58,8 persen berasal dari tenaga honorer dan 41,2 persen berasal dari pelamar umum

Kemenpan RB: Jumlah Tenaga Honorer Lolos Seleksi CPNS Lebih Banyak Dibanding Pelamar Umum
Tribunnews.com/Fahdi Fahlevi
Deputi Bidang ASN Aparatur Kemenpan-RB Setiawan Wangsaatmaja di kantor Kemenpan-RB, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (27/1/2020) 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Deputi Bidang SDM Aparatur Kemenpan RB, Setiawan Wangsaatmaja mengungkapkan pemerintah selama ini telah memprioritaskan untuk tenaga honorer beralih status menjadi pegawai negeri sipil (PNS).

Setiawan mengungkapkan berdasarkan data BKN, dalam seleksi CPNS pada kurun 2005 hingga 2014, terdapat pelamar dari tenaga honorer sebanyak 1.070.092 orang, sementara pelamar umum 775.884 orang yang lolos seleksi.

Baca: Peserta Diimbau Perhatikan Informasi Tempat dan Waktu Tes CPNS di Kartu Ujian

"Artinya dari jumlah persentase keduanya kurang lebih adalah 58,8 persen berasal dari tenaga honorer dan 41,2 persen berasal dari pelamar umum," ucap Setiawan kantor Kemenpan RB, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (27/1/2020).

Sementara tenaga honorer yang tidak lulus adalah 438.590 yang dinamakan eks tenaga honorer K-II.

Menurut Setiawan, rasio jumlah jumlah PNS yang sudah lolos seleksi dari tenaga honorer 25,2 persen dan dari pelamar umum 18,1 persen.

Berdasarkan data tersebut, Setiawan mengungkapkan bahwa pemerintah selama ini sudah sangat memperhatikan pengangkatan tenaga honorer menjadi PNS.

Baca: 100 Hari Kerja Jokowi, Haris Azhar Soroti Mandeknya Kasus Pelanggaran HAM dan Korupsi Baru

"Niat pemerintah untuk menyelesaikan ini sangat besar, bahkan melebihi dari pelamar umum," tutur Setiawan.

Meski begitu, Setiawan menyebutkan bahwa kelemahan yang sering ditemui adalah tenaga honorer yang diangkat masih belum tentu sesuai dengan posisi atau jabatan yang diharapkan.

Ikuti kami di
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas