Kritik Pemerintahan Jokowi, YLBHI Berikan Tantangan Ini saat Politisi PDIP Menyebutnya Berlebihan
Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Asfinawati membandingkan Joko Widodo (Jokowi) dengan presiden-presiden sebelumnya.
Editor: Ananda Putri Octaviani
TRIBUNNEWS.COM - Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Asfinawati mengkritik pemerintahan periode kedua Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Dilansir TribunWow.com, Asfinawati menyinggung sejumlah tragedi kemanusiaan yang terjadi di era Jokowi.
Namun, pernyataan Asfinawati itu justru dianggap berlebihan oleh Politisi PDI Perjuangan (PDIP), Andreas Hugo.
Hal itu disampaikannya melalui tayangan YouTube Kompas TV, Senin (27/1/2020).
• Haris Azhar Soroti 100 Hari Pemerintahan Jokowi: Enggak Ada Tanda-tanda Positif
• Bahas Kebebasan Pendapat Era Jokowi, Politisi NasDem Ungkit Tudingan Jokowi PKI: Itu Sangat Pribadi
Mulanya, Asfinawati menyinggung soal kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang hingga kini tak kunjung terungkap.
"Bagaimana kita bisa melarikan pelanggaran HAM yang berat, nyawa jatuh, orang sudah meninggal," kata Asfinawati.
"Bagaimana nyawa anak sudah meninggal, di tragedi Semanggi, Trisakti dan lain-lain."
Disebutnya, tak adanya tindak lanjut soal pelanggaran itu hanyalah upaya untuk tetap mempertahankan kekuasaan.
"Jadi ketika nyawa orang tidak dihargai dengan alasan ini supaya tidak ada yang jatuh," ujarnya.
"Ini artinya kan mempertahankan kekuasaan."