Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kasus Jiwasraya

Panja akan Dengar Penjelasan Ahli Asuransi dan Saham Terkait Jiwasraya

Adapun tujuan memanggil para ahli tersebut untuk mengetahui bagaiman cara mengelola asuransi yang benar dan sesuai dengan peraturan

Panja akan Dengar Penjelasan Ahli Asuransi dan Saham Terkait Jiwasraya
Tangkap Layar kanal YouTube Kompas TV
Anggota Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade berharap Erick Thohir dapat menyelesaikan kasus Asuransi Jiwasraya 

Laporan Wartawan Tribunnews Taufik Ismail

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Panitia Kerja (Panja) Pansus Jiwasraya akan memanggil tiga ahli asuransi pada rapat, Selasa, (28/1/2020).

Anggota Panja dan Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mengatakan bahwa para pakar yang akan dipanggil yakni Dewan Asuransi Indonesia, pakar asuransi, dan pakar investasi saham.

"Rapat nanti merupakan lanjutan dari rapat perdana Panja, pada Kamis pekan lalu," ujar Andre kepada Tribunnews, Senin, (27/1/2020).

Adapun tujuan memanggil para ahli tersebut untuk mengetahui bagaiman cara mengelola asuransi yang benar dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Termasuk bagaimana cara menginvestasikan dana asuransi secara sehat.

Baca: SBY Buka Suara soal Kasus Jiwasraya, Mengaku Tak Pernah Dapat Laporan Serius

Baca: Taspen Pastikan Dana Pensiun Aman

Baca: Bongkar Prostitusi Online di Padang, Andre Rosiade Temukan Wanita Tak Berbusana Saat Penggerebekan

"Dengan mendapatkan pandangan dari mereka (ahli) , kita bisa membandingkan apa yang dilakukan Jiwasraya," kata Andre.

Setelah memanggil saksi, Panja juga akan mengundang menteri BUMN dan jajaran direksi Jiwasraya pada Rabu, (28/1/2020). Tujuan memanggil ke dua pihak tersebut untuk mengetahui langkah penyelesaian masalah Jiwasraya.

" Tanggal 16 Januari kita sudah bertemu dengan direksi Jiwasraya. Mereka berjanji menyiapkan beberapa triliun untuk membayar paling lambat Maret. Kemarin bilang menunggu investor masuk, terus mau bentuk holding. Kita ingin mendengar keterangan menteri BUMN dan Jiwasraya juga, solusinya apa untuk pembenahan, holding kah, investor kah, mekanisme nya seperti apa, skemanya seperti apa, jadi kita tunggu nanti, "pungkasnya.

Ikuti kami di
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Hendra Gunawan
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas